Saat remaja dalam masa transisi dan mengalami berbagai kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya. penyesuaian sosial yang bermasalah dapat membuat remaja sulit untuk menjalani kehidupan yang efektif dan memuaskan. orang dewasa dapat membantu penyesuaian sosial siswa, salah satunya dengan melatih asertif. penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan modul pelatihan asertif yang dapat digunakan oleh guru atau fasilitator lain untuk membantu meningkatkan penyesuaian sosial remaja. pengumpulan data dalam penelitian pengembangan ini menggunakan pendekatan triangulasi konkuren. lembar penilaian yang berisi skala penilaian dan esai digunakan untuk memperoleh data kuantitatif dan kualitatif. subjek dalam penelitian ini adalah ahli materi, ahli media dan guru bimbingan dan konseling sebagai praktisi. hasil kuantitatif menunjukkan bahwa semua subjek modul dinilai layak digunakan. data komentar yang diperoleh digunakan untuk merevisi modul.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENGEMBANGAN MODUL PELATIHAN ASERTIF UNTUK MENINGKATKAN PENYESUAIAN SOSIAL. Banda Aceh Fakultas KIP,2021
Baca Juga : PERBEDAAN PENYESUAIAN SOSIAL ANTARA SISWA KELAS AKSELERASI DENGAN SISWA KELAS REGULER DI SMAN MODAL BANGSA ACEH (DARA ANTIKA, 2020)
Abstract
Adolescents are in a transitional period and experience various difficulties in adjusting to their social environment. Troubled social adjustments can make it difficult to lead an effective and fulfilling life. Adults can help students' social adjustment, one of which is by practicing assertiveness. This research was conducted to develop an assertive exercise module that can be used by teachers or other facilitators to help improve adolescent social adjustment. Data collection in this development research uses a concurrent triangulation approach. Assessment sheets containing rating scales and essays were used to obtain quantitative and qualitative data. The subjects in this study were material experts, media experts and guidance and counseling teachers as practitioners. The quantitative results showed that all subjects rated the module as feasible to use. The comments data obtained are used to revise the module.
Baca Juga : PENGEMBANGAN MODUL PELATIHAN KESIAPSIAGAAN BENCANA GEMPA BUMI UNTUK MAHASISWA KEPERAWATAN (Saniah, 2025)