Skripsi ini berjudul " perbedaan bahasa jamee dialek susoh dan dialek manggeng ". penelitian ini bertujuan adalah sebagai berikut. 1.) memperoleh gambaran yang lengkap mengenai penyebaran unsur kosakata dalam bahasa jamee, 2.) melihat variasi-variasi unsur kosakata dalam bahasa jamee, 3.) melihat kekhasan bahasa jamee di daerah kabupaten aceh barat daya. adapun masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. l .) penyebaran unsur kosakata bahasa jamee yang mencakup daerah pakai kosakata, 2.) wujud variasi geografis bahasa jamee, 3.) gejala bahasa yang terdapat di dalam bahasa jamee, 4.) gambaran umum dan gambaran khusus bahasa jamee. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripsif analitis, yaitu suatu cara kerja yang menguraikan objek penelitian dan menelaah unsur-unsur yang terdapat dalam objek penelitian. pengumpulan data menggunakan teknik. wawancara langsung yang berisi 320 kosakata dan percakapan terarah. pengolahan data menggunakan teknik klasifikasi, analisis, pemetaan, dan penafsiran. hasil analisis menunjukkan bahwa 1.) kosakata yang diperoleh dari tanyaan ada yang berupa satu etima, dua etima, dan tiga etima, yang masing-masing memperlihatkan batas wilayah persebaran yang bervariasi, temasuk pada lokasi-lokasi yang berdekatan, 2.) ada sejumlah perbedaan kosakata yang dipakai di kedua kecamatan ini, 3.) gejala bahasa yang paling banyak ditemukan adalah perbedaan semantik dan perbedaan fonetik sedangkan gejala lain sediikit jumlahnya. berdasarkan kenyataan diatas, dapat di katakan bahwa bahasa jamee dialek susoh dan dialek manggeng memiliki variasi dan perbedaan.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERBEDAAN BAHASA JAMEE ANTARA DIALEK SUSOH DAN DIALEK MANGGENG. Banda Aceh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,2005
Baca Juga : DIALECTAL VARIATIONS OF THE JAMEE LANGUAGE SPOKEN IN LABUHANHAJI AND EAST LABUHANHAJI SUB-DISTRICTS (HIJRATUL YUNNA, 2025)
Abstract
Baca Juga : KONSTRUKSI MEU-… THAT DALAM BAHASA ACEH (TINJAUAN DESKRIPTIF MORFOLOGI BAHASA ACEH PADA DIALEK PEUSANGAN) (Azwita, 2017)