Sepsis merupakan suatu disfungsi organ yang mengancam nyawa yang disebabkan oleh disregulasi respon pejamu terhadap infeksi. acinetobacter baumannii merupakan salah satu bakteri penyebab infeksi nosokomial. resistensi bakteri ini terhadap antibiotik golongan karbapenem menyebabkan sulitnya terapi dan meningkatkan angka kematian. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui luaran pasien sepsis yang disebabkan oleh a. baumannii di rsud dr. zainoel abidin banda aceh. penelitian ini merupakan penelitian retrospektif dengan rancangan deskriptif observasional dan potong lintang yang dilakukan dengan mengambil data rekam medis kemudian dikumpulkan dalam case report form. pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling dan dianalisis secara univariat. penelitian ini mendapatkan jumlah pasien sepsis yang disebabkan a. baumani sebanyak 247 kasus, rekam medis tidak ditemukan sebanyak 90, tidak memenuhi kriteria sebanyak 2 sampel, sehingga jumlahnya menjadi 88 sampel. sebanyak 62 (70,45%) pasien mengalami sepsis dan 26 (29,55%) pasien mengalami syok septik. sepsis yang disebabkan oleh carbapenem-resistant a. baumannii (crab) sebanyak 47 (53,41%) pasien. pasien didominasi oleh jenis kelamin laki-laki sebanyak 52 (59,09%). rata-rata usia pasien adalah 44,79 tahun dan median adalah 66,15 tahun dengan diagnosis utama terbanyak yakni penurunan kesadaran sebanyak 16 (18,18%). pasien mendapatkan sumber infeksi dominan dari prosedur invasif sebanyak 44 (50%) kasus dengan diabetes sebagai komorbiditas terbanyak, yakni 26 (29,55%) kasus. pemberian terapi antibiotik empiris didominasi oleh seftriakson, 25,68% pada kasus crab dan 48,15% pada kasus csab, sedangkan terapi antibiotik definitif didominasi oleh meropenem (31,82%) pada kasus crab dan levofloksasin (30,3%) pada kasus csab. antibiotik yang sensitif terhadap a. baumannii adalah polimiksin b dan amikasin. sebanyak 66 (75%) pasien mendapatkan terapi antibiotik yang tidak sesuai dengan hasil uji kepekaan. luaran pasien sepsis yang disebabkan oleh a. baumannii dalam penelitian ini adalah sembuh sebanyak 41 (46,59%), sembuh inap lama sebanyak 3 (3,41%), meninggal sebanyak 42 (47,73%), dan meninggal inap lama sebanyak 2 (2,27%). kata kunci: luaran pasien, sepsis, carbapenem-resistant acinetobacter baumannii
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
LUARAN PASIEN SEPSIS YANG DISEBABKAN OLEH ACINETOBACTER BAUMANNII DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH. Banda Aceh ,2021
Baca Juga : PREVALENSI DAN POLA KEPEKAAN ANTIBIOTIK ACINETOBACTER BAUMANNII YANG TERISOLASI DARI SPESIMEN LUKA DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (Anasya Khansa Yumna, 2024)
Abstract
Sepsis is a life-threatening organ dysfunction caused by an infection-related dysregulated host response. Acinetobacter baumannii is the one of causing bacteria in nosocomial infections. The resistance of this bacteria to carbapenem is significant allowing therapies to become more difficult that consequently increase the mortality. The purpose of this study was to determine the outcome of sepsis patients caused by A. baumannii at Dr. Zainoel Abidin General Hospital Banda Aceh. This is a retrospective study with a descriptive observational and cross-sectional design conducted based on secondary data from the medical record then collected in a case report form. The sampling technique of this study used total sampling and was carried out using univariate analysis. The study found the number of patients with A. baumannii infection was 247 cases, the not-found medical record was 90, the unqualified medical record was 2 samples; so the number of cases included in this study after applying the criteria was 88 cases. Of which, 62 (70.45%) patients were revealed to suffer from sepsis and another 26 (29.55%) patients had septic shock. Sepsis was caused by Carbapenem-resistant A. baumannii (CRAB) in 47 (53.41%) patients. Patients gender was dominated by male 52 (59,09%). The mean age of patients was 44,79 years and the median was 66,15 years with loss of consciousness as the main diagnosis with 16 (18,18%) cases. Most of patients got the infection by invasive procedure with 44 (50%) cases and diabetes as the most comorbidity with 26 (29,55%) cases. Empiric antibiotic therapy was dominated by ceftriaxone, with 25,68% on CRAB and 48,15% on CSAB. Meanwhile, definitive antibiotic therapy dominated by meropenem (31,82%) on CRAB and levofloxacin (30,3%) on CSAB. The most sensitive antibiotic to A. baumannii was polymyxin b and amikacin. As 66 (75%) of patients got the unappropriate therapy of antibiotic due to antimicrobial susceptibility testing. Outcomes of A. baumannii-related sepsis patients in this study were: 41 (46.59%) recovered, 3 (3.41%) long hospitalized-recovered, 42 (47.73%) death, and 2 (2.27%) long hospitalized-death. Keywords: Patient outcome, sepsis, carbapenem-resistant Acinetobacter baumannii
Baca Juga : GAMBARAN PENGETAHUAN SEPSIS PERAWAT INTENSIVE CARE UNIT RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN (Nauval jumarta, 2023)