Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
MIFTAHUL AL AHYAR, ANALISIS TERHADAP PENJATUHAN ‘UQUBAT CAMBUK DALAM PERKARA JARIMAH TA’ZIR (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM MAHKAMAH SYAR’IYAH KOTA BANDA ACEH). Banda Aceh Fakultas Hukum,2021

Abstrak miftahul al ahyar, 2021 analisis terhadap penjatuhan ‘uqubat cambuk dalam perkara jarimah ta’zir (suatu penelitian di wilayah hukum mahkamah syar’iyah kota banda aceh) fakultas hukum universitas siyah kuala ( viii, 58 ), pp.,tabl.,bibl. dr. dahlan, s.h., m.h., m.kn pasal 1 angka 17 qanun aceh nomor 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat (qanun jinayat) menyatakan ‘uqubat adalah hukuman yang dapat dijatuhkan oleh hakim terhadap pelaku jarimah. dalam ranah perkara jarimah ta’zir, jenis ‘uqubat yang dijatuhkan kepada pelaku jarimah ditentukan oleh penguasa atau hakim, hal ini selaras dengan bunyi pasal 1 angka 19 qanun jinayat yang menyatakan bahwa ta’zir adalah jenis ‘uqubat yang telah ditentukan dalam qanun yang bentuknya bersifat pilihan dan besarannya dalam batas tertinggi dan/atau terendah. tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui pertimbanganpertimbangan yang menyebabkan hakim mahkamah syar’iyah kota banda aceh cenderung lebih mengutamakan penjatuhan ‘uqubat cambuk dalam perkara jarimah ta’zir, serta untuk mengetahui penjatuhan ‘uqubat cambuk dalam perkara jarimah ta’zir sudah dapat memenuhi tujuan pemidanaan secara holistik. penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif (yuridis normatif) dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan, historis dan perbandingan. data penelitian bersumber dari bahan-bahan hukum yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier.hasil penelitian menjelaskan bahwa ada dua faktor yang menjadi pertimbangan hakim di mahkamah syar’iyah kota banda aceh dalam menjatuhkan ‘uqubat atau hukuman kepada pelaku jarimah yaitufaktor pertimbangan secara yuridis dan faktor pertimbangan secara sosiologis. kemudian,‘uqubat cambuk dalam perkara jarimah ta’zir merupakan salah satu media penghukuman dalam pengaturan qanun jinayat yang dirasa belum memenuhi tujuan pemidanaan secara holistik, dikarenakan ‘uqubat cambuk ini sendiri seperti menjadi satu acuan bagi penegak hukum untuk membuat proses hukuman terlihat “berjalan sebagaimana mestinya” yang pada dasarnya dirasa kurang ampuh karena belum memenuhi tujuan pemidanaan secara holistik. disarankan kepada hakim mahkamah syar’iyah kota banda aceh untuk menjatuhkan ‘uqubat yang bersifat tunggal atau ganda kepada pelaku jarimah ta’zir seperti ‘uqubat jenis penjara dan restitusi, khususnya terhadap pelaku jarimah pemerkosaan atau pelecehan seksual, mengingat korban adalah pihak yang dirugikan.



Abstract

-



    SERVICES DESK