Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI
Fauziah, ANALISA TINGKAT KINERJA PERSIMPANGAN DENGAN SINYAL LALU LINTASRN (STUDI KASUS PADA SIMPANG SURABAYA). Banda Aceh Fakultas Teknik,2006

Tingkat kinerja merupakan ukuran kuantitatif yang menerangkan kondisi operasional dari fasilitas lalu lintas. tingkat kinerja berguna untuk mengetahui kondisi operasional persimpangan bersinyal. sinyal lalu lintas rnernberikan pengaruh seeara menyeluruh bagi lalu lintas yang dapat beroperasi dengan mcmbcrikan keuntungan atau kerugian terhadap arus lalu lintas yang dikontrol. bertambahnya jumlah kendaraan bermotor, sinyal lalu lintas yang telah ada tidak sesuai lagi dengan kondisi lalu lintas sekarang sehingga kinerja dari suatu simpang bersinyal tidak efektif. berdasarkan hal ini, maka penulis melakukan penejitian tugas akhir dengan judul "analisa tingkat kinerja persimpangan dengan sinyal lalu lintas", studi kasus pada simpang surabaya. tujuan dari penulisan ini adalah untuk menganalisa tingkat kinerja persimpangan bersinyal lalu lintas dalarn hal kapasitas, ditinjau dari derajat kejenuhan, tundaan dan menentukan tingkat pelayanan persimpangan. analisa tingkat kinerja dilakukan dengan prosedur perhitungan yang diberikan dalam manual kapasitas jalan indonesia. yang dikeluarkan oleh departemen pekerjaan umum, direktorat jenderal bina marga. hasil perhitungan jam puncak dengan arus tertinggi diperoleh nilai rasio arus simpang adalah 0.922. derajat kejenuhan untuk pendekat utara, selatan, timur dan barat masing-rnasing adalah 0.880;0,705; 0,962 dan 0,920, sedangkan derajat kejenuhan simpang adalah 0,867. tundaan untuk pendekat utara, selatan. timur dan barat rnasing-masing adalah 278,434 det/smp, 128.843 det/smp, 141,406 detlsmp, 116,047 detlsmp. tundaan dari simpang adalah 169.526 detlsmp. tingkat pelayanan persimpangan berada pada tingkat pelayanan f, dimana arus simpang mendekati lewat jenuh. untuk menaikkan kapasitas dari pendekat maupun persimpangan dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu : dengan penarnbahan lebar pendekat pada pendekat-pendekat dengan rasio arus kritis, juga dengan pelarangan gerakan belok kanan pada pendekat dengan tipe terlawan akan memberikan kapasitas yang lebih tinggi. cara ini dapat dilakukan apabila tetap mempertahankan sistem pengaturan 3 (tiga) fase.



Abstract



    SERVICES DESK