Seni pepongoten adalah salah satu kesenian dari daerah gayo. seni pepongoten ini adalah seni tradisi yang lahir dari kebudayaan masyarakat gayo, seni pepongoten memiliki makna tersendiri bagi masyarakat gayo. seni pepongoten diadakan pada acara adat perkawinan gayo yaitu pada acara berguru dan munenes. pada acara ini adalah acara khusus dalam suasana yang cukup khidmat, situasi yang sangat berbeda dengan acara lainnya, situasi yang sangat mengharukan bagi siapa yang datang pada cara tersebut. hal ini yang merupakan khas dari seni pepongoten. pada acara berguru calon mempelai dihadapkan pada pengetua adat, serta disaksikan oleh semua orang tua si calon mempelai, yang dimaksud orang tua terutama ayah dan ibu, imam banan dan imam rawan, saudara saudara dari pihak ayah dan pihak ibu, serta tetangga. pada acara munenes, seni pepongoten hanya dikhusus untuk inen mayak, karena setelah menikah inen mayak akan meninggalkan rumahnya untuk pergi menuju ke rumah suaminya. seni pepongoten memiliki fungsi dan makna dalam kehidupan masyarakat gayo. sehingga dalam skripsi ini berjudul " fungsi dan makna seni pepongoten pada adat perkawinan gayo. tujuan penelitian untuk memperoleh gambaran tentang fungsi seni pepongoten dan maknanya dalam adat perkawinan pada masyarakat gayo khususnya kabupaten aceh tengah. penelitian diperoleh melalui hasil wawancara, observasi dan dokumentasi baik dari foto maupun dari buku buku, yang kemudian data tersebut dikumpulkan dan diolah dengan mempergunakan metode diskriptif kualitatif, penggunaan metode ini bertujuaan untuk mendeskrifsikan seni pepongoten tersebut. hasil penelitian menunjukkan bahwa seni pepongoten ini memiliki fungsi individual, fungsi sosial dan fungsi fisik. makna yang ada pada seni pepongoten disampaikan melalui sebuku yang di bawakan.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
FUNGSI DAN MAKNA SENI PEPONGOTEN PADA ADAT PERKAWINAN MASYARAKAT GAYORNSUATU PENELITIAN DI KECAMATAN LUT TAWAR KABUPATEN ACEH TENGAH. Banda Aceh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,2006
Baca Juga : TRADISI UPACARA PERKAWINAN ADAT JAWA DI KOTA LANGSA (KIKI SYAFRIDAYANTI, 2021)
Abstract
Baca Juga : EKSISTENSI MELENGKAN DALAM ADAT PERKAWINAN BUDAYA GAYO (Pitria Rahmadani, 2021)