kebijakan pemerintah dcngan menetapkan ujian akhir nasional sebagai salah satu bentuk evaluasi pendidikan nampaknya makin mengelisahkan berbagai pihak, baik siswa , orang tua bahkan guru yang mengkhawatirkan akan kegagalan putra-putri mereka. secara psikologis anak yang tidak lulus uan akan dihinggapi sikap frustasi, inferior dan rendah diri secara berlebihan akibat beban dan tekanan yang di cap "bodoh" oleh orang dan teman-teman disekitanya. disadari atau tidak, dampak psikologis semacam ini memiliki daya "pembunuh" dan menimbulkan stres yang luar biasa, sehingga memiliki konsekuensi memotivasi anak dalam mewujudkan cita-cita meraih masa depan yang lebih baik. menurut keputusan menteri pendidikan nasional no. 153/u/ 2003 tentang uan disebutkan bahwa tujuan ujian nasional adalah untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik melalui pemberian tes kepada siswa sekolah lanjutan tingkat pertama dan bagi siswa sekolah lanjutan tingkat atas. adapun mata pelajaran yang di uan-kan meliputi pelajaran matematika, b.indonesia dan b.lnggris dengan rata-rata nilai kelulusan 5,00. sementara bagi siswa yang tidak lulus pada ujian tahap pertama harus mengikuti ujian pada tahun depan. rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana tingkat stres siswa dalam menghadapi ujian akhir nasional. tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi gambaran tingkat stres siswa dalarn menghadapi ujian akhir nasional ditinjau dari segi fisik, segi fikiran, segi ernosional serta segi sosial. penelitian dilakukan pada tanggal 4 s/d 15 september 2006. desain penelitian bersifat deskriptif kuantitatif metode pengambilan sampel dilakukan secara total sampling berjumlah 87 responden. data dikumpulkan dengan membagikan kuesioner, dan hasil penelitian mernperlibatkan bahwa: 1). tingkat stres siswa dajam rnenghadapi uan ditinjau dari segi fisik berada pada kategori stres berat (16,0%), stres sedang (79,3%) dan stres ringan (4,5%) 2). tingkat stres siswa dalam menghadapi uan ditinjau dari segi fikiran berada pada kategori stres berat (12,6%), stres sedang (72,4%) dan stres ringan (14,9%) 3). tingkat stres siswa dalam menghadapi van ditinjau dari segi emosional berada pada kategori stres berat (14,9%), stres sedang (73,5%) dan stres ringan (11,4%) dan 4). tingkat stres siswa dalam menghadapi uan ditinjau dari segi sosiaj berada pada kategori stres berat (19,5%), stres sedang (64,3%) dan stres ringan (16.0%).
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
TINGKAT STRES SISWA DALAM MENGHADAPI UJIAN AKHIR NASIONALRN(SUATU PENELITIAN PADA SISWA DI SMA MUHAMMADIYAH BANDA ACEH). Banda Aceh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,2007
Baca Juga : STUDENTS’ STRATEGIES IN FACING COMPUTER-BASED MADRASAH EXAM (UMBK) ON ENGLISH LESSON (RIZKI MAULANA, 2021)