Penelitian ini merupakan studi kasus yang membahas tentang kebijakan otonomi daerah terhadap pdrb provinsi aceh. tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kebijakan otonomi daerah terhadap pdrb provinsi aceh serta untuk mengetahui posisi keuangan pemerintah provinsi aceh sebelum dan sesudah otonomi. diharapkan penelitian ini dapat memberi manfaat bagi semua pihak baik penulis, pemerintah maupun masyarakat. penelitian ini menggunakan data skunder time series mengenai realisasi anggaran pemerintah dan pdrb selama periode 1995-2000 sebelum otonomi daerah hingga 2001-2007 sesudah otonomi daerah. data sekunder ini diperoleh dari laporan tahunan perekonomian daerah, laporan bank indonesia, laporan pdbr dan aceh dalam angka. data sekunder selanjutnya dianalisis dengan menggunakan regresi linier berganda. hasil penelitian diketahui peranan pad dalam apbd provinsi aceh setelah diberlakukannya otonomi daerah mulai tahun 2001 terus mengalami penurunan akibat terus meningkatnya dana perimbangan antara pusat dan daerah dalam pos penerimaan bagi hasil pajak, non pajak, dau dan dak sementara peranan apbd terhadap pdrb provinsi aceh setelah otonomi daerah relatif lebih besar akibat meningkatnya persentase kenaikan apbd yang relatif lebih tinggi dibanding tingkat kenaikan pdrb. hasil analisis regresi menjelaskan realisasi nilai apbd tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan nilai pdrb di provinsi aceh sebagaimana yang ditunjukkan oleh nilai p-value (p=0,624). sedangkan kebijakan otonomi daerah berpengaruh signifikan terhadap meningkatnya nilai pdrb sebagaimana yang diperlihatkan oleh koefisien dummy yang bertanda positif
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KEBIJAKAN OTONOMI DAERAH TERHADAP PDRB PROVINSI ACEH. Banda Aceh Fakultas Ekonomi,2009
Baca Juga : THE EFFECT OF GOVERNMENT PUBLIC EXPENDITURE ON EDUCATION AND HEALTH ON ECONOMIC GROWTHRNIN SOUTHEAST ASIAN COUNTRIES (Syufriadi Azwar, 2025)
Abstract
Baca Juga : PENGARUH OTONOMI DAERAH TERHADAP PERTUMBUHAN PDRB KOTA BANDA ACEH (Maunal Roza Sahputra, 2021)