Telah dilakukan biosintesis nanopartikel tembaga dengan metode green shynthesis menggunakan ekstrak metanol akar golodokan tiang (polyalthia longifolia) sebagai reduktor dan stabilisator. hasil pemeriksaan total phenolic content (tpc) pada ekstrak metanol akar golodokan tiang menggunakan metode folin-ciocalteu adalah 35,3 gae/g dan hasil pemeriksaan total flavonoid content (tfc) pada ekstrak metanol akar glodokan tiang menggunakan metode spektrofotometri uv-vis pada panjang gelombang 440 nm adalah 16,9 qe/g. kandungan phenolic dan flavonoid yang terdapat pada ekstrak metanol akar glodokan tiang memiliki potensi untuk menjadi agen pereduksi dan stabilisasi yang bertanggung jawab untuk pembentukan nanopartikel tembaga. hasil reaksi reduksi ekstrak metanol akar glodokan tiang terhadap ion cu2+ dikonfirmasi dengan menggunakan spektrofotometer uv-vis, fourier transform infrared (ftir), x-ray diffraction (xrd) dan transmission electron microscopy (tem). nanopartikel tembaga yang terbentuk menunjukkan aktivitas antimikroba terhadap bakteri staphylococcus aureus, bakteri escherichia coli dan jamur candida albicans. aktivitas antibakteri dan antijamur pada konsentrasi 20% mempunyai daya hambat yang mirip dengan kontrol positifnya. kata kunci: nanopartikel tembaga, aktivitas antimikroba, ekstrak metanol, polyalthia longifolia.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
BIOSINTESIS DAN UJI ANTIMIKROBA NANOPARTIKEL TEMBAGA MENGGUNAKAN EKSTRAK METANOL AKAR GLODOKAN TIANG (POLYALTHIA LONGIFOLIA). Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2021
Baca Juga : GREEN SYNTHESIS NANOPARTIKEL TEMBAGA (CU) MENGGUNAKAN EKSTRAK METANOL DAUN GLODOKAN TIANG (POLYALTHIA LONGIFOLIA) DAN UJI ANTIMIKROBA (NARISAH, 2023)
Abstract
Baca Juga : BIOSINTESIS NANOPARTIKEL TEMBAGA MENGGUNAKAN EKSTRAK AIR KULIT BATANG SRIKAYA (ANNONA SQUAMOSA L) SERTA UJI ANTIMIKROBA (KHOLILATUL AZIZAH, 2022)