Ringkasan. analisis kesesuaian lahan bagi ternak erat kaitannya dengan penetapan kawasan penyebaran dan pengembangan peternakan karena sangat tergantung pada lahan dalam pengembangbiakannya (land based agriculture). kabupaten aceh besar memiliki salah satu komoditi unggulan yaitu plasma nutfah sapi aceh sebagai kekayaan sumber daya genetik ternak lokal indonesia yang perlu dilindungi dan dilestarikan dengan cara mempertahankan populasi ternak hidup. penetapan kawasan penyebaran dan pengembangan ternak sapi aceh di kabupaten aceh besar belum memperhatikan kesesuaian lahan yang cocok bagi ternak sapi aceh dan padang penggembalaan sebagai sumber makanan utama pada ternak agar tumbuh dengan baik dan berkembang biak pada kondisi fisik optimal. berdasarkan potensi tersebut, maka diperlukan penilaian karakteristik alami lahan untuk pengembangan peternakan sapi aceh. oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah (1) menilai kesesuaian fisik lingkungan untuk pengembangan peternakan sapi aceh yang digembalakan di padang penggembalaan, (2) melihat hubungan kesesuaian lahan ternak sapi aceh dengan penetapan kawasan peternakan pada rtrw kabupaten aceh besar, (3) memberikan informasi kesesuaian lahan ternak sapi aceh dan hubungannya dengan rtrw kabupaten aceh besar yang dapat diakses melalui website secara online. penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan januari sampai dengan bulan juni 2020 di wilayah kabupaten aceh besar. pengolahan data dilakukan di laboratorium penginderaan jauh dan kartografi serta laboratorium statistik dan sosial, fakultas pertanian, universitas syiah, banda aceh. penelitian ini mengevaluasi topografi wilayah untuk menentukan kesesuaian kawasan untuk ternak sapi aceh pada padang penggembalaan dan melihat hubungannya dengan penetapan kawasan peternakan pada rtrw kabupaten aceh besar. penelitian ini membahas konsep evaluasi kesesuaian lahan dan potensinya sebagai alat untuk menentukan kesesuaian lahan suatu kawasan peternakan. fokus dari kajian berpusat pada penerapan sistem informasi geografis gis dalam penanganan data spasial jenis tanah, ketinggian, kemiringan, iklim, curah hujan, suhu dan ph tanah sesuai dengan standar kesesuaian lahan fao. untuk memastikan bahwa aplikasi tersebut berfungsi, diperlukan analisis geospasial yang disusun berdasarkan jenis tanah, ketinggian, kemiringan, iklim, curah hujan, suhu dan ph tanah yang dapat diamati dan diukur untuk kebutuhan fisik lingkungan sapi aceh pada padang penggembalaan dan melihat hubungannya dengan penetapan kawasan peternakan pada rtrw kabupaten aceh besar. peta output hasil kajian juga dapat diakses melalui website secara online hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir semua wilayah 84,32% dari total luas wilayah kajian sesuai untuk kawasan peternakan sapi aceh pada padang penggembalaan, dan hanya 15,68% lahan yang tidak sesuai untuk kawasan peternakan sapi aceh pada padang penggembalaan. hubungan antara hasil penelitian pada kesesuaian lahan ternak sapi aceh dengan kawasan peternakan pada rtrwk kabupaten aceh besar menunjukkan bahwa hanya 0,14% dari total luas kabupaten aceh besar yang ditetapkan untuk kawasan peternakan yang berada pada kelas s2 (cukup sesuai) berdasarkan hasil kajian. hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat potensi kawasan peternakan diluar kawasan yang telah ditetapkan oleh rtrw kabupaten sebesar 0,49% dengan tingkat kelas sangat sesuai (s1) meliputi kawasan hutan, perkebunan dan pertanian lahan kering. summary. analysis of land suitability for livestock is closely related to the determination of the distribution area and livestock development because it is very dependent on land for breeding (land based agriculture). aceh besar district has one of the leading commodities, namely aceh cow germplasm as a wealth of genetic resources of indonesian local livestock that need to be protected and preserved by maintaining a live livestock population. the determination of the area for the distribution and development of aceh cattle in aceh besar district has not taken into account the suitability of land suitable for aceh cattle and grazing as the main source of food for livestock to grow well and reproduce in optimal physical conditions. based on this potential, it is necessary to assess the natural characteristics of the land for the development of aceh cows. therefore, the objectives of this study are (1) to assess the physical suitability of the environment for the development of aceh cows that are grazed in pastures, (2) to see the relationship between the suitability of aceh cattle land and the establishment of livestock areas in the rtrw of aceh besar district, (3) provides information on the suitability of aceh cattle land suitability and its relationship with the rtrw of aceh besar district which can be accessed through an online website. this research was conducted from january to june 2020 in the aceh besar district area. data processing was carried out at the remote sensing and cartography laboratory as well as the statistics and social laboratory, faculty of agriculture, syiah university, banda aceh. this study evaluates the topography of the area to determine the suitability of the area for aceh cattle in the grazing field and sees its relationship with the determination of the livestock area in the rtrw of aceh besar regency. this study discusses the concept of land suitability evaluation and its potential as a tool to determine the land suitability of a livestock area. the focus of the study is centered on the application of a gis geographic information system in handling spatial data on soil types, altitude, slope, climate, rainfall, temperature and soil ph in accordance with fao land suitability standards. to ensure that the application is functioning, geospatial analysis is required based on soil type, altitude, slope, climate, rainfall, temperature and soil ph that can be observed and measured for the physical needs of the aceh cattle environment on grazing and see its relationship with the establishment of livestock areas at rtrw aceh besar district. map of the output of the study results can also be accessed through the online website the results showed that almost all areas of 84.32% of the total area of the study area were suitable for the aceh cattle breeding area in grazing areas, and only 15.68% of the land was unsuitable for the aceh cattle breeding area in pastures. the relationship between the results of the research on the suitability of aceh cattle land with the livestock area in the rtrwk of aceh besar district shows that only 0.14% of the total area of aceh besar district is designated for livestock areas that are in class s2 (moderately suitability) based on the results of the study. the results of the study show that there is a potential for animal husbandry areas outside the area that has been determined by the rtrw regency of 0,49% with a class level of very suitable (s1) covering forest areas, plantations and dry land agriculture.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
ANALISIS SPASIAL KESESUAIAN LAHAN TERNAK SAPI ACEH DAN HUBUNGANNYA DENGAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) DI KABUPATEN ACEH BESAR BERBASIS WEB GIS. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2021
Baca Juga : ANALISIS INDIKASI GEOGRAFIS KOPI ARABIKA GAYO DITINJAU DARI RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN (Ellyanti, 2025)
Abstract
Baca Juga : ANALISIS PENGGUNAAN LAHAN EKSISTING BERDASARKAN RENCANA TATA RUANG WILAYAH (RTRW) DI KECAMATAN DARUL IMARAH KABUPATEN ACEH BESAR (DESRA SAHPUTRA, 2017)