Tujuan dalam penelitian ini untuk menentukan dosis ekstrak tembakau yang optimal dalam anestesi dan melihat efek anastesi terhadap ikan cupang (betta splendens). ikan uji yang digunakan pada penelitian ini adalah ikan cupang (betta splendens) berumur 4 bulan dengan ukuran 2-4 cm dengan waktu perlakuan tiga hari. penelitian ini dilaksanakan pada bulan oktober 2020. rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (ral) dengan tujuh perlakuan dan tiga kali ulangan. perlakuan yang diuji adalah ekstrak tembakau dengan dosis kontrol, 0,01 ml/l,0,02 ml/l, 0,03 ml/l, 0,04 ml/l, 0,05 ml/l, dan 0,1 ml/l. perendaman ikan cupang ini dilakukan dengan kepadatan satu ekor untuk setiap wadah perlakuan. uji anova menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi ekstrak tembakau tidak berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup dan glukosa darah (p>0,05). tetapi berpengaruh terhadap kondisi histologi insang dan hati ikan cupang. glukosa darah menurun pada penambahan ekstrak tembakau 0,01 ml/l sampai dengan 0,03 ml/l, namun meningkat kembali melampaui nilai kontrol pada konsentrasi 0,04 ml/l sampai dengan 0,1 ml/l. warna ikan cupang setelah 3 hari perlakuan menunjukkan rata-rata warna cerah, dan hanya pada dosis kontrol sedikit pucat. kondisi sirip ikan cupang setelah 3 hari perlakuan hanya pada dosis 0,1 ml/l,0.02 ml/l, 0,03 ml/l, dan 0,1 ml/l dalam keadaan normal, namun pada dosis kontrol, 0,04 ml/l, dan 0,05 ml/l sirip mengalami sedikit kerusakan. kata kunci : ikan cupang, ekstrak tembakau, kelangsungan hidup, glukosa darah, histologi
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK TEMBAKAU (NICOTIANA TABACUM) TERHADAP KONDISI HISTOLOGI IKAN CUPANG (BETTA SPLENDENS). Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2021
Baca Juga : PENGARUH PENAMBAHAN BUBUK KULIT PISANG KEPOK (MUSA BALBISIANA) PADA PAKAN KOMERSIL TERHADAP KECERAHAN WARNA DAN PERTUMBUHAN IKAN CUPANG (BETTA SPLENDENS) (Rizki Al hafip, 2023)
Abstract
Baca Juga : UJI KONSENTRASI EKSTRAK TEMBAKAU (NICOTIANA TABACUM L.) KERING TERHADAP MORTALITAS KEPIK HIJAU (NEZARA VIRIDULA L.) (husnawati, 2022)