Kondisi lingkungan rumah memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan alergi pernapasan pada anak. agen pencetus alergi dapat ditemukan di berbagai sudut ruangan di dalam rumah. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran lingkungan rumah anak dengan alergi pernapasan dan bagaimana orang tua meminimalkan faktor pencetus alergi di lingkungan rumah. penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan di wilayah kerja upt puskesmas batipuh i kabupaten tanah datar, sumatera barat pada bulan oktober 2020 hingga maret 2021. sampel diambil menggunakan metode purposive sampling dan pengambilan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner kondisi lingkungan rumah dan perilaku orang tua dalam pencegahan alergi pernapasan pada anak. jumlah responden pada penelitian ini adalah 45 responden. hasil penelitian ini didapatkan kondisi lingkungan rumah anak dengan alergi pernapasan berada pada kategori baik (44,4%), cukup (46,7%), dan kurang (8,9%). perilaku orang tua dalam pencegahan alergi pernapasan pada anak berada pada kategori baik (80%) dan cukup (20%). walaupun demikian, masih banyak ditemukan kondisi lingkungan rumah yang kurang mendukung dan pengendalian lingkungan rumah yang kurang maksimal, sehingga orang tua diharapkan lebih mampu menciptakan lingkungan rumah yang bersih dan sehat bagi anak. kata kunci: lingkungan rumah, perilaku orang tua, alergi pernapasan anak
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
GAMBARAN LINGKUNGAN RUMAH DAN PERILAKU ORANG TUA DALAM PENCEGAHAN ALERGI PERNAPASAN PADA ANAK DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS BATIPUH I KABUPATEN TANAH DATAR PROVINSI SUMATERA BARAT. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2021
Baca Juga : ANALISIS DETERMINAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT PADA ANAK USIA 12-60 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KRUENG BARONA JAYA KABUPATEN ACEH BESAR (MISS AIESAH WAEDOLOH, 2026)
Abstract
Baca Juga : PERILAKU IBU TENTANG RESIKO CEDERA PADA TODDLER DI LINGKUNGAN RUMAH TANGGA DI DESA KUTA KARANG KECAMATAN DARUL IMARAH ACEH BESAR TAHUN 2010 (Nurul Septiana, 2022)