Viii cut lisa miranda. 1405108010054. karakterisasi sifat fisika, kimia, dan mineralogi inceptisol dengan sifat vertik di desa pawod laweung kabupaten pidie di bawah bimbingan teti arabia sebagai ketua dan zainabun sebagai anggota. ringkasan tanah inceptisol adalah tanah muda yang belum matang (immature) dengan perkembangan profil yang lebih lemah dibandingkan dengan tanah matang, dan masih banyak menyerupai sifat bahan induknya. tanah ini memiliki sifat kembang kerut yang menjadikan permukaan tanah bergelombang, retak, pecah, dan terbelah. hal ini ditunjukkan oleh nama pada tingkat sub grup dengan sifat vertic. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan karakteristik fisika tanah (kadar air kering oven dan kapasitas lapang, bobot isi, permeabilitas, porositas, serta nilai cole dan nilai le) dan kimia tanah tanah (ph, c-organik, n-total p- tersedia, basa-basa dd, kejenuhan basa, dan kapasitas tukar kation) di musim penghujan dan musim kemarau serta mengetahui jenis mineral pada tanah tersebut. metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survai deskriptif kuantitatif yang didasarkan pada pengamatan ciri-ciri tanah di lapangan serta analisis tanah di laboratorium yang terdiri dari lima tahapan yaitu pengumpulan data, persiapan peta kerja, survai di lapangan dan pengambilan sampel tanah, analisis sampel tanah serta penyusunan hasil dan mengidentifikasi sifat fisika, kimia dan mineralogi pada tanah tersebut. hasil analisis data tanah didapat karakteristik fisika tanah yaitu: (a) kadar air kering oven dan kadar air kapasitas lapang di musim kemarau dan penghujan berkisar dari 1,44 - 1,65% dan 29,12 - 32,23%; (b) bobot isi di musim kemarau dan penghujan 1,27 - 1,29 g cm 3 , kedua musim tergolong tinggi; (c) permeabilitas di musim kemarau dan penghujan 2,57 - 4,28 cm jam , tergolong agak lambat; (d) porositas di musim kemarau dan penghujan 50,38 - 51,15, tergolong kurang baik – baik; dan (e) nilai cole di musim kemarau dan penghujan adalah 27,58 - 30,73 tergolong sangat tinggi, sedangkan le adalah 448,05 - 1966,72%. perpanjangan linear dari musim kemarau ke musim penghujan terjadi kenaikan sebesar 1,05 kali, hal ini mencirikan tanah tersebut merupakan tanah yang memiliki sifat vertik. karakteristik kimia tanah yaitu: (a) nilai ph h2o di musim kemarau dan musim penghujan netral sampai agak alkalis (6,61 - 8,37); (b) bahan organik di kedua musim sangat rendah – rendah (0,29 - 1,39%); (c) kadar n-total di musim kemarau sangat rendah (0,01%), sedangkan di musim penghujan rendah – sangat rendah (0,1 - 0,06%); (d) p-tersedia di musim kemarau dan penghujan sangat rendah – sedang (0,75 - 21,00 ppm); (e) basa-basa dapat ditukar di musim kemarau dan penghujan sangat rendah – sangat tinggi (14,28 - 41,74 cmol(+) kg -1 -1 ); (f) kb di musim kemarau rendah – sangat tinggi (33,36 - 93,32%), sedangkan di musim penghujan sedang – tinggi (51,33 - 79,66%); dan (g) ktk di musim kemarau dan penghujan tinggi – sangat tinggi (36,8 - 52,8 cmol(+) kg ), hal ini menunjukkan tanah memiliki sifat vertik. tidak dijumpai mineral liat montmorillonit sebagai penciri tanah dengan sifat vertik, mungkin disebabkan pada pemakaian alat x-rays ini tidak menggunakan perlakuan mg -1 yang dapat menyebabkan terjadinya pengembangan liat yang dapat menaikkan peak (dspacing) dari mineral liat hingga 14 Å, dan dengan perlakuan mg 2+ + glycerol akan terjadi kenaikan d-spacing hingga 17 Å yang merupakan ciri dari mineral montmorillonit. 2+
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
KARAKTERISASI SIFAT FISIKA, KIMIA, DAN MINERALOGI INCEPTISOL DENGAN SIFAT VERTIK DI DESA PAWOD LAWEUNG KABUPATEN PIDIE. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2021
Baca Juga : KAJIAN KUALITAS AIR AKIBAT AKTIFITAS PENDUDUK DI DAERAH TANGKAPAN AIR DANAU LUT TAWAR KABUPATEN ACEH TENGAH (AYUSEARA PUTRI GAYOSIA, 2014)