Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL
Nensy Ardiani, KONTEKS SOSIAL TARI HASYEM MEULANGKAH DALAM UPACARA MANOE PUCOK DI ACEH BARAT DAYA. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2021

Abstrak kata kunci: kontek sosial, perubahan, tari hasyem meulangkah ,fungsi penelitian berjudul konteks sosial tari hasyem meulangkah dalam upacara manoe pucok di aceh barat daya mengangkat masalah bagaimanakah perubahan konteks sosial tari hasyem meulangkah dalam upacara manoe pucok di aceh barat daya. tujuan penelitian untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimanakah perubahan konteks sosial tari hasyem meulangkah dalam upacara manoe pucok di aceh barat daya. pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. adapun jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dipergunakan untuk mendeskripsikan bagaimanakah perubahan konteks sosial tari hasyem meulangkah dalam upacara manoe pucok di aceh barat daya. narasumber dalam penelitian ini adalah ibu asyiah s.pd selaku staf majelis adat aceh (maa), syeh salmi selaku syeh tari hasyem meulangkah sekaligus pembina grub tari di desa bineh krueng kecamatan tangan-tangan aceh barat daya, masyarakat dan para penari tari hasyem meulangkah. teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. hasil penelitian menunjukkan bahwa factor perubahan tari hasyem meulangkah dapat disebabkan oleh 7 unsur budaya yang dianggap kultul dan universal yaitu peralatan dan perlengkapan hidup manusia (teknologi), mata pencarian hidup dan system ekonomi, system kemasyarakatan (organisasi sosial), bahasa (lisan atau tertulis), kesenian (seni rupa, seni musik, seni tari,dll), system pengetahuan, religi (kepercayaan). tari hasyem meulangkah adalah tari yang dilaksanakan pada acara pesta perkawinan dan acara sunat rasul yaitu memandikan pengantin baru (dara baroe) dan linto baro (linto ubit) yang disunat rasulkan, yang pada intinya adalah tari manoe pucok. penyebutan hasyem meulangkah dikarenakan dalam syair-syair nya menceritakan tentang hikayat saidina husein pergi berjihat ke medan perang. fungsi tari hasyem meulangkah sebagai ritual yaitu untuk mendapatkan keberkahan bagi dara baroe (pengantin baru) dan juga linto baroe yang disunat rasulkan. sebagai hiburan yaitu kemeriahan dalam pesta perkawinan dan sunat rasul untuk kemeriahan.



Abstract



    SERVICES DESK