Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL
Maqfirah, KONSTRUKSI NILAI NASIONALISME DI LINGKUNGAN DAYAH THALIBUL HUDA BAYU LAMCOT ACEH BESAR. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2021

Penelitian ini berjudul: “konstruksi nilai nasionalisme di lingkungan dayah thalibul huda bayu lamcot aceh besar. nasionalisme merupakan paham kebangsaan yang terkait dengan kesetiaan warga negara kepada bangsanya. penelitian ini bertujuan mengetahui: (1) konstruksi nilai nasionalisme ditinjau dari kurikulum di dayah, (2) konstruksi nilai nasionalisme ditinjau dari keteladanan guru di dayah, (3) kendala yang dihadapi dalam mengkonstruksikan nilai nasionalisme. penelitian ini tergolong kedalam jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, sedangkan instrumen pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan kuisioner untuk mendapatkan data di lapangan. informan dalam penelitian ini berjumlah 1 (satu) orang tengku sekaligus pengurus dan 13 (tiga belas) orang santri. lokasi penelitian terletak di dayah thalibul huda. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) adanya pengamalan terhadap nilai nasionalisme dalam kegiatan sehari-hari seperti gotong royong bersama, shalat berjamaah dan pengibaran bendera merah putih pada 17 agustus 1945. terdapat perintah dalam kitab tafsir yang dipelajari oleh para santri yang dijalankan, diantaranya anjuran “untuk menaati ulil amri diantara kamu”. yang merupakan pemimpin-pemimpin diantara kamu, anjuran bahwa allah telah menciptakan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar saling mengenal dan sebagai anugerah dari tuhan yang maha esa, selain itu terdapat program pkpps (program kesetaraan pondok pesantren salafiyah) yang menambah pengetahuan santri akan pemahaman bela negara dan kewajiban bagi setiap warga negara, melalui organisasi huda yang memberikan kebermanfaatan sebesar- besarnya bagi umat dan masyarakat. (2) konstruksi nasionalisme melalui keteladanan guru bahwa tata cara berpakaian tengku yang menjadi contoh bagi para santri. brand-brand yang dipakai seperti kain sarung bermerek ija kroeng yang merupakan produk asli daerah aceh, baju koko dan gamis, sandal bermerek bata, peci yang berlogokan pintu aceh yang mengisyaratkan kebanggaan menjadi bagian dari cirri khas bangsa, meja dan kursi yang terdapat di dalam ruang dewan guru yang berasal dari tempahan khas jepara membuktikan bahwa adanya upaya lingkungan dayah dalam mendukung produk lokal karya masyarakat daerah (3) kendala yang dihadapi adalah kurangnya prasarana buku penunjang, terdapat beberapa santri yang tidak mau mendengar dan mengulang kembali materi pembelajan yang sudah disampaikan.



Abstract



    SERVICES DESK