Binge watching merupakan salah satu bentuk koping yang berfokus pada emosi yang cenderung digunakan untuk menghilangkan perasaan negatif seperti depresi. secara teoritis, individu yang mengalami depresi memerlukan koping yang dapat membantu dalam mengurangi perasaan negatifnya, salah satunya dengan menonton. tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara depresi dengan faktor binge watching pada dewasa awal. penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan 157 sampel dewasa awal yang dipilih dengan teknik sampling insidental. analisis data menggunakan teknik korelasi spearman menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara depresi dengan enam faktor binge watching yaitu terdapat hubungan depresi dengan engagement (r=0,208; p=0,009), depresi dengan positive emotion (r=0,201; p=0,012), depresi dengan pleasure preservation (r=0,191; p=0,017), depresi dengan dependency (r=0,372; p=0,001), depresi dengan keparahan untuk meneruskan tontonan/bingewatching (r=0,310; p=0,001), depresi dengan loss control (r=0,225; p=0,005), dan tidak terdapat hubungan antara depresi dengan faktor desire/savoring dengan nilai r=0,132 (p=0,101). mayoritas responden berada pada tingkat depresi minimal dan keterlibatan menonton tinggi yang bermasalah. kata kunci: binge watching, depresi, dewasa awal
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
HUBUNGAN DEPRESI DAN FAKTOR BINGE WATCHING PADA DEWASA AWAL. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2021
Baca Juga : HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN GEJALA DEPRESI PADA LANSIA DI UPTD RUMOH SEUJAHTRA GEUNASEH SAYANG ULEE KARENG BANDA ACEH (MAULIZAHAYANI, 2016)
Abstract
Baca Juga : HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS DENGAN KEPUASAN PERNIKAHAN PADA DEWASA AWAL (Mardanisa, 2022)