Depresi merupakan suatu kondisi berupa perasaan sedih, kosong dan irritable yang berdampak negatif terhadap pikiran, tindakan, perasaan, dan kesehatan mental seseorang termasuk lansia, dimana salah satu faktor penyebabnya adalah kejadian fraktur yang dapat menyebabkan perubahan pada kemandirian seseorang. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kemandirian terhadap tingkat depresi pada pasien lansia dengan kasus fraktur. jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross sectional. metode pengambilan data yang digunakan adalah pengambilan data primer yang dinilai melalui kuesioner adl (activity daily living) dan gds (geriatric depression scale) yang diberikan kepada responden. pengambilan sampel pada penelitian ini dengan teknik non probability sampling dengan metode accidental sampling dimana jumlah sampel sebanyak 40 responden. hasil penelitian ini diolah menggunakan uji statistic chi-square. hasil penelitian ini didapatkan tingkat kemandirian ketergantungan ringan dan sedang dengan masing-masing sebesar 35% dan tingkat depresi ringan sebesar 35%. hasil analisis uji statistik pada penelitian ini adalah terdapat hubungan antara kemandirian dengan tingkat depresi dengan nilai p-value sebesar 0,01%. dari hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa terdapatnya hubungan antara kemandirian dengan tingkat depresi dimana nilai p-value yang didapatkan adalah 0,001% (p-value
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
HUBUNGAN KEMANDIRIAN TERHADAP TINGKAT DEPRESI PADA PASIEN LANSIA POST OPERASI FRAKTUR DI RSUDZA BANDA ACEH. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2021
Baca Juga : HUBUNGAN KONSEP DIRI DENGAN STRES PADA PASIEN POST OPERASI FRAKTUR EKSTREMITAS DI RUANG RAWAT INAP JEUMPA I, II, III RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH TAHUN 2011 (Taufik, 2023)
Abstract
Baca Juga : HUBUNGAN USIA TERHADAP PENINGKATAN GEJALA DEPRESI PADA PASIEN PASCA-STROKE ISKEMIK DI RUMAH SAKIT UMUM DOKTER ZAINOEL ABIDIN (FITRY QURRATAINI, 2017)