Ketersediaan infrastruktur berperan dalam mendorong peningkatan produktivitas. melalui pm no 43 tahun 2011 tentang rencana induk perkeretaapian nasional pemerintah mempersiapkan pembangunan jalur kereta api lintas bireuen - sigli untuk mendukung kelancaran arus barang dan penumpang, dan mendukung pembangunan ekonomi wilayah aceh. pada kenyataannya, pembangunan jalur kereta api bireuen – sigli berada jauh dari wilayah perindustrian, serta pemerintah tidak akan mampu membayar kompensasi secara terus menerus jika terjadi kerugian yang sangat besar akibat pengoperasian kereta api tersebut oleh sebab itu, perlu dilakukan analisis terkait rencana pembangunan kereta api untuk mengetahui layak atau tidaknya jalur tersebut. adapun metode penelitian yang dilakukan meliputi tahap pengumpulan data; tahapan pengolahan dan tahapan analisa; dari hasil analisis kelayakan ekonomi, nilai npv pada skenario 1 dengan discount rate 4.25% yaitu rp 446.623.340.000 > 0,bcr = 1.25 >1. pada skenario 2 nilai npv discount rate 6% yaitu rp 140.225.480.000 > 0,bcr = 1.08>1, dan skenario 3 nilai npv discount rate 7.75% yaitu rp – 87.711.993.000 < 0,bcr = 0.94
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
ANALISIS KELAYAKAN EKONOMI DAN FINANSIAL JALUR KERETA API ( STUDI KASUS : BIREUEN - SIGLI ). Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2021
Baca Juga : ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI PINANG DI KECAMATAN JULI KABUPATEN BIREUEN (Defi Tri Yeni, 2021)
Abstract
Baca Juga : KERETA API ACEH-DELI (KAJIAN HISTORIS, POLITIK DAN EKONOMI PADA TAHUN 1876-1942) (Usman, 2018)