Prarancangan pabrik minyak pelumas dasar menggunakan plastik bekas dan minyak pelumas bekas sebagai bahan baku utama dalam upaya daur ulang limbah menjadi produk minyak pelumas dasar yang bernilai ekonomis, serta produk samping yang memiliki nilai jual meliputi n-hexadecene dan heavy lube oil/fuel oil. proses yang digunakan adalah proses pirolisis terhadap plastik bekas dan sotulub proses pada minyak pelumas bekas. kapasitas pabrik sebesar 30.000 ton/tahun yang mana bahan baku plastik bekas sebesar 27.000 ton/tahun dan bahan baku minyak pelumas bekas sebesar 3.000 ton/tahun dengan waktu operasi 330 hari/tahun dan waktu 24 jam/hari. bentuk perusahaan yang direncanakan adalah perseroan terbatas (pt) dengan menggunakan metode struktur organisasi garis dan staf (tenaga kerja sebanyak 133 orang). lokasi pabrik direncanakan didirikan di kawasan industri medan (kim) di deli serdang, provinsi sumatera utara, indonesia dengan luas area pabrik 37.520 m2. kebutuhan utilitas seperti kebutuhan air, listrik, bahan bakar dan pengolahan limbah telah disediakan oleh kim selaku penyedia kawasan industri. hasil analisis ekonomi diperoleh sebagai berikut: 1. fixed capital investment = rp. 179,65 miliar 2. working capital investment = rp. 39,58 miliar 3. total capital investment = rp. 219,23 miliar 4. total production cost = rp. 761,59 miliar 5. gross profit = rp. 6,36 triliun 6. annual net profit = rp 4,02 triliun 7. return on invesment (roi) = 66,29%/tahun 8. payback period (pbp) = 1,05 tahun 9. net return (rn) = rp. 168,09 miliar 10. internal rate of return (irr) = 27% 11. breakeven point (bep) = 27,93%
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PRA RANCANGAN PABRIK MINYAK PELUMAS DASAR DARI PLASTIK BEKAS DAN MINYAK PELUMAS BEKAS. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2021
Baca Juga : PRARENCANAAN PABRIK PELUMAS DARI HASIL PEMURNIAN MINYAK PELUMAS BEKAS DENGAN PROSES HIDROTREATING DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 24.000 TON/TAHUN (Yulis Andrian, 2024)
Abstract
Baca Juga : ANALISIS KONTAMINASI PELUMAS PADA MESIN DIESEL CCM SULZER PLTD LUENG BATA (Kurniawan, 2021)