Remaja membutuhkan waktu tidur yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan psikologis. namun, penggunaan internet pada remaja yang semakin meningkat dapat membuat remaja mengalami kecanduan terhadap internet. hal ini dapat berdampak pada kualitas tidur remaja. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara internet addiction dengan kualitas tidur remaja sekolah menengah atas di kabupaten bener meriah selama pandemi covid-19. desain penelitian yang digunakan adalah descriptive correlative dengan pendekatan cross sectional study. populasi dalam penelitian ini adalah siswa dan siswi sma n 3 timang gajah yang berjumlah 179 dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. untuk melihat tingkat internet addiction menggunakan kuesioner internet addiction test (iat) dan untuk melihat kualitas tidur remaja menggunakan kuesioner pittsburgh sleep quality index (psqi). analisa data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan statistik inferensial. hasil penelitian menunjukkan internet addiction dengan persentase terbanyak adalah internet addiction sedang yaitu sebanyak 53,1%, sedangkan untuk kualitas tidur sebanyak 54,2% remaja memiliki kualitas tidur yang buruk. hasil uji chi square didapatkan p value = 0,001 (p value < 0,05) sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan antara internet addiction dengan kualitas tidur remaja sekolah menengah atas di kabupaten bener meriah selama pandemi covid 19. diharapkan pada remaja yang menggunakan internet mampu mengatur waktu penggunaan internet sehingga tidak mengganggu kualitas tidur selama pandemi covid 19.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
HUBUNGAN INTERNET ADDICTION DENGAN KUALITAS TIDUR REMAJA SEKOLAH MENENGAH ATAS DI KABUPATEN BENER MERIAH SELAMA PANDEMI COVID 19. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2021
Baca Juga : HUBUNGAN KEBIASAAN TIDUR DENGAN KUALITAS TIDUR PADA ANAK USIA REMAJA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA KOTA BANDA ACEH (SITI MAISARAH, 2026)
Abstract
Baca Juga : PERILAKU MEROKOK DAN PERUBAHAN BODY IMAGE PADA REMAJA SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 (Rania Nilanur, 2022)