Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL
Nanda Fajrina, HUBUNGAN KONSEP DIRI DENGAN KECENDERUNGAN NOMOPHOBIA PADA REMAJA SEKOLAH MENENGAH ATAS DI BANDA ACEH. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2021

Nomophobia adalah perasaan cemas ketika jauh dari smartphone dan merupakan fobia yang terjadi pada masyarakat modern saat ini, terutama mereka dari kalangan usia remaja. gangguan fobia ini masih baru dan belum terdaftar pada diagnostic and statistical manual of mental disorder (dsm). penggunaan smartphone telah menjadi alat bantu komunikasi dan kebutuhan yang diperlukan selama pademi covid-19 khususnya untuk keperluan belajar mengajar. tingkat penggunakan smartphone akan meningkat secara signifikan dengan nomophobia dan perubahan perilaku seseorang terutama ketika berhubungan dengan orang lain. nomophobia juga menyebabkan gangguan kesehatan fisik dan psikologis penggunanya seperti gangguan interpersonal dan harga diri rendah. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara konsep diri dengan kecenderungan nomophobia pada remaja sekolah menengah atas di banda aceh. jenis penelitian adalah deskriptif korelatif dengan desain cross sectional study. populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas x dan xi di sma negeri 3 banda aceh. teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 211 responden. pengumpulan data penelitian dilakukan selama sepuluh hari yaitu dari tanggal 8-17 juni 2021. teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner baku nomophobia questionnaire (nmp-q) dan kuesioner konsep diri yang dikembangkan sendiri oleh peneliti dengan menggunakan teori konsep diri stuart tahun 2016 dengan cara survey online kepada semua responden. hasil uji pearson chi-square menunjukkan bahwa ada hubungan konsep diri dengan kecenderungan nomophobia (p-value = 0,024) pada remaja sekolah menengah atas di banda aceh. berdasarkan hasil tersebut direkomendasikan kepada pihak sekolah untuk bekerja sama dengan orang tua siswa agar mengatur waktu dan membatasi penggunaan smartphone bagi siswa selama proses belajar secara daring/online.



Abstract



    SERVICES DESK