Abstrak latar belakang: luka bakar terinfeksi memberikan dampak negatif pada fisik dan psikologis hingga dapat menyebabkan kematian. luka bakar berkaitan dengan infeksi akibat penurunan aliran darah pada area luka akan mempercepat kolonisasi. pemberian agen antibiotik topikal bermanfaat dalam tatalaksana luka bakar dalam aplikasi klinis. kunyit (curcuma longa) memiliki senyawa bioaktif yang memiliki efek antimikroba yang sudah digunakan secara turun temurun di indonesia sebagai obat untuk tatalaksana luka. metode: penelitian ini termasuk penelitian eksperimental laboratorik dengan desain rancangan acak lengkap menggunakan model hewan coba tikus putih (rattus novergicus) bakar full thickness terinfeksi. kelompok penelitian dibedakan menjadi kelompok krim silver sulfadiazine 1% (kss) dan kelompok krim kurkumin 10% (kk). evaluasi penyembuhan luka secara makroskopik dan mikroskopik pada hari ke-14 dan ke-21. analisis independent sample t-test dan mann whitney u test dilakukan dengan interval kepercayaan 95%. hasil: sebanyak 24 model hewan coba luka bakar full thickness terinfeksi terlibat dalam penelitian ini. pada hari ke-14, rerata skor mikroskopis kk dan kss secara berurutan adalah 6,82 ± 1,2 dan 6,23 ± 0,94 (p = 0,365). pada hari ke-21, rerata skor mikroskopis kk dan kss secara berurutan adalah 9,17 ± 0,75 dan 7,67 ± 0,81 (p = 0,008). ukuran diameter luka secara signifikan dengan pemberian kk lebih baik dibanding kelompok lain pada hari ke-14 dan ke-21 (p
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PERBANDINGAN PERCEPATAN PENYEMBUHAN LUKA ANTARA PEMBERIAN KRIM KURKUMIN 10% DAN SILVER SULFADIAZINE 1% PADA MODEL HEWAN COBA LUKA BAKAR FULL THICKNESS TERINFEKSI SECARA MAKROSKOPIS DAN MIKROSKOPIS. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2021
Baca Juga : EFEKTIVITAS KRIM EKSTRAK DAUN KERSEN (MUNTINGIA CALABURA L.) TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN LUKA INSISI HARI KE-7 PADA KULIT TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) DIABETES MELLITUS. (Dinda Fitria, 2023)