Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL
SARAH NADIA, KUAT LEKATAN MATERIAL KOMPOSIT NATURAL FIBER REINFORCED POLYMER (NFRP) BERBAHAN DASAR SERAT NANAS DAN SUTRA TERHADAP BETON UNTUK PERKUATAN BALOK BETON BERTULANG. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2021

Permasalahan yang terjadi pada masa layan suatu struktur beton bertulang yaitu berupa kerusakan dan kegagalan. kegagalan bisa saja berupa retak geser. hal ini menyebabkan penurunan kinerja dan kekuatan struktur beton bertulang (degradasi). salah satu cara mengembalikan kinerjanya dengan menggunakan fiber reinforced polymer (frp) berupa material sintetis sebagai metode perkuatan. material sintetis frp dapat berdampak buruk terhadap lingkungan, maka digunakan alternatif lainnya berupa serat alami yang dinamakan natural fiber reinforced polymer (nfrp). diantara serat alami adalah serat nanas dan serat sutra. penggunaan komposit serat nanas dan sutra perlu dikaji terkait permasalahan perkuatan. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kuat lekatan nfrp pada balok serta pola kegagalan nfrp setelah perkuatan. benda uji yang digunakan sebanyak 6 benda uji berukuran (100 x 100 x 300) dengan ditempelkan nfrp dan 3 benda uji tanpa nfrp dengan tulangan tunggal berdiameter d10 mm di tengah penampang untuk dilakukan uji lekatan dengan diberikan beban tarik. benda uji lain berbentuk silinder dengan ukuran (100 x 200) mm sebagai kontrol mutu beton yang dilakukan uji tekan, sehingga didapat mutu beton sebesar 50,82 mpa. hasil yang diperoleh berupa persentase beban maksimum benda uji dengan perkuatan nfrp meningkat pada lapis ketiga pada serat nanas dan sutra secara berurutan hingga kenaikan 2,5% dan 4,2%. kuat lekatan balok beton yang diperkuat dengan material komposit serat alam nfrp berupa serat nanas dan sutra belum bisa dihitung, kecuali tegangan pada beban maksimum. besar peningkatan tegangan saat beban maksimum pada nfrp lapis dua dan lapis tiga serat nanas adalah 2,19% dan 2,75% terhadap lapis satu secara berurutan. adapun lapis dua dan lapis tiga serat sutra adalah 6,78% dan 7,36% secara berurutan. pola kegagalannya yaitu serat putus pada kedua sisi benda uji.



Abstract



    SERVICES DESK