Latar belakang: omsk terjadi akibat lanjutan dari otitis media akut. proses kerusakan struktur mukosa telinga tengah dilaporkan berkorelasi dengan disfungsi tuba dan gangguan drainase. hal tersebut mempengaruhi keterkaitan dengan perubahan sudut, panjang, diameter tuba. tujuan: mengetahui perbandingan sudut, panjang, diameter tuba eustachius penderita omsk tipe bahaya dan aman. metode: desain analitik cross sectional secara retrospektif dilakukan penilaian ct-scan untuk sudut, panjang dan diameter tuba eustachius pada omsk tipe aman dan bahaya. besar sudut tuba dinilai dengan garis reid’s, panjang tuba dengan menarik garis orifisium timpanik hingga orifisium faringeal, diameter tuba di ukur dari diameter garis anteroposterior pretimpanik. hasil: terdapat 61 pasien omsk, 70,5 % tipe aman, 29,5 % tipe bahaya. rerata sudut tuba omsk tipe aman 29,120, tipe bahaya 29.950 dan telinga normal 28,230, tidak terdapat perbedaan signifikan. pada panjang tuba terdapat perbedaan signifikan (p=0,00) rerata telinga normal 35,39 mm, lebih kecil pada omsk tipe aman 33,58 mm dan semakin kecil pada omsk tipe bahaya 29,53 mm. perbandingan diameter tuba terdapat perbedaan signifikan (p=0,00) dengan diameter normal 2,19 mm, kondisi omsk tipe aman lebih kecil 2,02 mm, semakin kecil pada omsk bahaya 1,86 mm. kesimpulan: tidak terdapat perbedaan sudut tuba eustachius pada kondisi omsk tipe aman dengan tipe bahaya. semakin kecil nilai panjang dan lebar diameter tuba eustachius akan lebih mengarah pada kondisi omsk tipe bahaya. kata kunci: omsk, reid’s, disfungsi tuba eustachius
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PERBANDINGAN SUDUT, PANJANG DAN DIAMETER TUBA EUSTACHIUS PADA PENDERITA OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIK TIPE AMAN DAN BAHAYA BERDASARKAN CT-SCAN TEMPORAL. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2021
Baca Juga : HUBUNGAN INTENSITAS BIOFILM BAKTERI PSEUDOMONAS AERUGINOSA TERHADAP TIPE OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIS DI RSUDZA (T. Reza Alfisyah, 2022)