Capung (odonata) tersebar mulai dari kawasan tropis hingga subtropis, dan sebaran jenis capung sangat dipengaruhi oleh tipe habitat. capung menjadi objek yang sangat menarik untuk diteliti. penelitian capung di stasiun penelitian soraya telah dilakukan pada bulan februari 2021, dengan tujuan untuk menginventarisasi jenis capung pada beberapa tipe habitat di stasiun penelitian soraya, kawasan ekosistem leuser dan menghitung nilai indeks ekologinya. pengkoleksian sampel capung dilakukan pada tiga tipe habitat (hutan, semak dan sungai), dari pukul 09.00 sampai 15.00 wib, menggunakan jaring serangga. masing-masing tipe habitat dipilih tiga titik lokasi yang berbeda. selanjutnya, pada masing-masing lokasi ditentukan lima jalur transek dengan panjang masing-masing 100 m dan lebar 4 m. hasil penelitian menunjukkan sebanyak 48 jenis capung berhasil diidentifikasi, umumnya termasuk katagori least concern, tiga belum diketahui dan satu jenis merupakan endangered spesies. jumlah jenis dan jumlah individu capung yang ditemukan pada habitat hutan sebanyak 18 jenis dan 47 individu, selanjutnya pada habitat semak 23 jenis dan 178 individu, dan habitat sungai 31 jenis dan 199 individu. famili libellulidae mendominasi baik jumlah jenis (40%; 19 jenis) maupun jumlah individu (30%; 129 individu), terutama pada habitat semak. nilai indeks keanekaragaman (h’) capung pada ketiga tipe habitat termasuk dalam kategori sedang, indeks dominansi jenis (c) rendah dan penyebaran individu yang merata dengan kesamaan jenis tertinggi terdapat pada habitat semak dan sungai sebesar 51%. kata kunci: capung anisoptera dan zygoptera, stasiun penelitian soraya
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
INVENTARISASI JENIS CAPUNG (ODONATA) DI STASIUN PENELITIAN SORAYA KAWASAN EKOSISTEM LEUSER. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2021
Baca Juga : INVENTARISASI JENIS DAN SEBARAN SPASIALBEGONIA DI ALUR SUNGAI STASIUN PENELITIAN SORAYA, KAWASAN EKOSISTEM LEUSER (Khairun Nissa, 2024)
Abstract
Baca Juga : KEANEKARAGAMAN DAN PREFERENSI KUMBANG TINJA TERHADAP UMPAN DI STASIUN PENELITIAN SORAYA KAWASAN EKOSISTEM LEUSER (JIHAN NABILA, 2022)