Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL
Rika Aristina, PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING DALAM PEMBELAJARAN IPS DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR SISWA KELAS VIII DI SMPN 8 BANDA ACEH. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2021

Kata kunci : model pembelajaran, problem solving, keaktifan belajar siswa penelitian yang berjudul "penerapan model pembelajaran problem solving dalam pembelajaran ips dan pengaruhnya terhadap keaktifan belajar siswa kelas viii di smpn 8 banda aceh" ini mengkaji permasalahan bagaimanakah pengaruh penerapan model penibelajaran problem solving terhadap keaktifan belajar siswa. penelitian ini bertujuan untuk menerapkan model pembelajaran problem solving dalam mata pelajaran ips sejarah sehingga dapat diketahui perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran problem solving dengan yang menggunakan metode konvensional pada siswa kelas viii smpn 8 banda aceh. penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan dengan pendekatan kuantitatif. sampe l dalam penelitian ini adalah siswa kelas viii, sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas viii, sebagai kelas control, yang berjumlah 60 orang siswa. instrumen penelitian yang digunakan untuk memperoleh data adalah dengan observasi dan menggunakan test dalam bentuk soal essay yang berisi masalah sejarah. hasil observasi menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran problem solving dapat berpengaruh menciptakan keaktifan siswa dalam aktivitas belajar pada aspek psikomotorik dan aspek afektif. hal ini terbukti dari hasil olah data observasi terhadap aktivitas belajar siswa dalam aspek psikomotorik mencapai kealctifan dengan persentase tinggi sebesar 60,1% , keaktifan dengan persentase sedan g 23,3% dan keaktifan dengan persentase rendah 16,6%. kemudian observasi kedua dilakukan untuk mengamati sik:ap siswa dalam belajar (aspek afektif), sikap belajar siswa juga mencapai keaktifan dengan persentase tinggi sebesar 70,1%, keaktifan dengan persentase sedan g 16,6% dan keaktifan dengan persentase rendah 13,3%. pengolahan data dilakukan dengan menggunakan rumus korelasi product moment, dari hasil pengolahan dan analisis data diperoleh angka indeks tntung sebesar 16,50, kemudian angka ini diinterpretasikan dengan uji-t pada taraf signifikans i 5% (a = 0,05) yaitu ttabel sebesar 1,67. maka dari daftar distribusi-t diperoleh thitung > tabet sehingga hipotesa alternatif (h,) diterima, dilandasi bukti di atas maka dapat dinyatakan bahwa adanya pengaruh yang signifikan dari penerapan model pembelajaran problem solving terhadap keaktifan belajar siswa.



Abstract



    SERVICES DESK