Fajar sri (2021). kemampuan representasi dan abstraksi matematis siswa melalui problem based learning penguasaan kemampuan representasi dan abstraksi matematis dalam menyelesaikan masalah belum sesuai dengan harapan. hal ini ditunjukkan saat siswa mengalami kendala dalam menginterpretasikan suatu masalah ke dalam ilustrasi gambar, menerjemahkan masalah yang melibatkan ekspresi dan persamaan matematis, serta menghubungkan antar konsep dalam menyelesaikan masalah matematis. tujuan penelitian ini untuk menganalisis perkembangan kemampuan representasi dan abstraksi matematis siswa melalui pbl. penelitian ini merupakan mixed method jenis sequential explanatory. populasi dan sampel penelitian ini adalah siswa kelas xi-mia 1 sma negeri 1 meureubo. pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen soal tes kemampuan representasi dan abstraksi matematis serta lembar pedoman wawancara. berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa indikator satu pada pertemuan pertama dipenuhi sebanyak 33% dari lima belas orang, pertemuan kedua dipenuhi sebanyak 46% dari tiga belas orang, pertemuan ketiga tidak terukur indikator pertama, pertemuan keempat dipenuhi sebanyak 53% dari lima belas orang, dan pertemuan kelima dipenuhi sebanyak 53% dari lima belas orang. indikator dua pada pertemuan pertama dipenuhi sebanyak 20% dari lima belas orang, pertemuan kedua dipenuhi sebanyak 31% dari tiga belas orang, pertemuan ketiga tidak terukur indikator dua, indikator keempat dipenuhi sebanyak 53% dari lima belas orang, dan indikator lima dipenuhi sebanyak 53% dari lima belas orang. indikator tiga pada pertemuan pertama dipenuhi sebanyak 13% dari lima belas orang, pertemuan kedua dipenuhi sebanyak 31% dari tiga belas orang, pertemuan ketiga dipenuhi sebanyak 50% dari sepuluh orang, pertemuan keempat dipenuhi sebanyak 47% dari lima belas orang, dan pertemuan kelima dipenuhi sebanyak 60% dari lima belas orang. indikator empat pada pertemuan pertama dipenuhi 6% dari lima belas orang, pertemuan kedua dipenuhi sebanyak 15% dari tiga belas orang, pertemuan ketiga dipenuhi sebanyak 30% dari sepuluh orang, pertemuan keempat dipenuhi sebanyak 47% dari lima belas orang, dan pertemuan kelima dipenuhi sebanyak 60% dari lima belas orang. dengan demikian, kemampuan representasi dan abstraksi matematis siswa berkembang secara bervariasi, karena ada yang mengalami peningkatan dan konstan pada setiap pertemuannya. kata kunci: kemampuan representasi dan abstraksi matematis, poblem based learning (pbl)
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
KEMAMPUAN REPRESENTASI DAN ABSTRAKSI MATEMATIS SISWA MELALUI PROBLEM BASED LEARNING. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2021
Baca Juga : KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS DAN SELF CONFIDENCE SISWA SMP MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) (Yuni Herdiana, 2018)
Abstract
Baca Juga : PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DAN SELF-EFFICACY SISWA SMP DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (Cut Masturi, 2018)