Masyarakat indonesia memiliki kebiasaan menyirih dengan cara meramu dan menguyah campuran dari bahan-bahan seperti daun sirih (piper betle. linn), pinang (areca catechu l), gambir (uncaria gambir roxb), kapur, dan tembakau (tobacco). campuran dari bahan ini diletakkan didalam daun sirih, kemudian dikunyah sehingga campuran tersebut berkontak dengan rongga mulut. tembakau tidak dikunyah seperti bahan menyirih lainnya, tetapi tembakau hanya diletakkan di dalam rongga mulut. senyawa yang terkandung dalam bahan-bahan menyirih tersebut seperti fenol, nikotin, flavanoid dan tanin memberikan zat warna pada permukaan gigi sehingga warna tersebut terus-menerus menempel dan masuk ke tubulus dentin selama kebiasaan menyirih masih dilakukan. adapun tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan perubahan warna gigi yang disebabkan oleh variasi campuran bahan menyirih di kota takengon. pada penelitian ini subjek penelitian mengisi google form sekaligus mengirimkan foto klinis gigi bagian anterior. selanjutnya peneliti melakukan pengamatan warna gigi menggunakan shade guide vitapan classic. uji penelitian menggunakan mann-whitney. pada penelitian ini hasil uji dua kelompok memiliki nilai 0,000 (p
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PERBEDAAN WARNA GIGI AKIBAT VARIASI CAMPURAN BAHAN MENYIRIH DI KOTA TAKENGON. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2021
Baca Juga : PERBANDINGAN STABILITAS WARNA BASIS GIGI TIRUAN RESIN AKRILIK HEAT CURED DAN TERMOPLASTIK NILON SETELAH PERENDAMAN DALAM MINUMAN KOPI ULEE KARENG (deri juanda, 2015)