Ringkasan in- store dryer merupakan suatu alat pengering sekaligus penyimpanan yang sangat sesuai untuk menjaga kualitas dari biji-bijian terutama gabah, alat isd ini dapat beroperasi dengan cara menghembuskan udara yang berada di lingkungan ke dalam tumpukan biji –bijian yang akan dikeringkan. alat isd ini dilakukan untuk penghematan energi secara signifikan karena rendahnya energi termal pada operasi yang biasanya membutuhkan energi cukup tinggi untuk memanaskan udara. isd merupakan pengeringan yang bersifat konvektif, dimana sistem isd ini mengandalkan suatu aliran udara gas yang akan dikendalikan dengan mengatur kecepatan rotasi kipas pada isd menggunakan sistem kendali. sistem kendali merupakan suatu rangkain sistem yang sangat penting pada saa ini, dimana dengan adanya suatu sistem kendali dapat mempermudah suatu pekerjaan manusia dengan hasil yang sangat baik. permasalahan yang sering sekali terjadi pada penanganan pasca panen ini adalah suhu dan rh yang berubah-rubah sehingga suhu didalam ruang pengering tidak konstan, maka untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu dilakukan upaya penggunaan rangkaian sistem kendali untuk mengontrol suhu dan rh yang masuk kedalam ruang pengering. penelitian ini bertujuan untuk menguji performansi sistem kendali input udara pengeringan gabah menggunakan in- store dryer. penelitian ini menggunakan alat pengering in-store dryer (isd) untuk mengeringkan gabah sebanyak 300 kg. pengeringan gabah berlangsung dengan pengunaan rangkaian sistem kendali yang berupa sensor dht22 berfungsi mengontrol suhu dan rh lingkungan yang mengendali kecepatan kipas untuk mengatur aliran udara yang masuk dalam ruang pengering pengujian yang dilakukan meliputi distribusi suhu dan rh, kecepatan aliran udara, kadar air, laju pengeringan. hasil penelitian pada pengeringan gabah dengan in-store dryer menggunakan sistem kendali telah bekerja sesuai dengan algoritma pengendalian, pengeringan berlangsung selama 8 jam setiap sekali pengujian. suhu lingkungan yang terekam pada sensor yang berkisar 34,5? dengan rh 55,5 % pada saat itu kipas berputar dalam keadaan cepat 2,800 rpm untuk mengalirkan udara dalam ruang pengering, dan pada suhu lingkungan 33,5°c dengan rh 63% kipas dalam keadaan sedang yaitu 1,800 rpm, dan kipas berputar lambat yaitu 950 rpm pada suhu lingkungan berkisar 32,5°c dengan rh 70 %. suhu rata-rata lingkungan dari pengujian berkisar 32°c sampai 33°c dan rh berkisar 64,8% sampai 68,6%, sedangkan suhu isd berkisar 36,7? sampai 37,5? dan rh isd 49,9% sampai 64,7%. kecepatan aliran udara pengeringan pada input kipas mencapai 6,2 m/s dan pada cerobong 9,2 m/s. kadar air selama pengeringan berbeda pada setiap ketebalan, dengan laju pengeringan pada isd rata-rata 0,92%bb/jam, jumlah konsumsi energy listrik 32,57 kwh dan energi pada pembakaran biomasa 1.416.600 kj. hasil pengujian peformansi sistem kendali input udara pengeringan gabah mampu mempertahankan suhu dan kelembaban ruang pengering sehingga pengeringan lebih singkat dengan konsumsi energi listrik dan biomassa lebih hemat.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
UJI PERFORMANSI SISTEM KENDALI INPUT UDARA PENGERINGAN GABAH MENGGUNAKAN IN-STORE GABAH MENGGUNAKAN IN-STORE DRYER. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2021
Baca Juga : KAJIAN FISIKA DAN KIMIA JAGUNG PADA PENGERINGAN DAN PENYIMPANAN MENGGUNAKAN IN-STORE DRYER TERMODIFIKASI (MUTIA ZAHARA, 2018)