Abstrak tasya anisa, 2021 studi kasus putusan pengadilan negeri nomor 372/pid.b/2020/pn.jkt utr tentang tindak pidana penganiayaan terhadap novel salim baswedan fakultas hukum universitas syiah kuala (vi,78) pp, bibl, app. (mukhlis, s.h.,m.hum.) pada putusan nomor 372/pid.b/2020/pn.jkt utr terdakwa rahmat kadir mahulette terbukti bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan dan telah terbukti melanggar pasal 353 ayat (2) jo pasal 55 ayat (1) ke–1 kuhp dijatuhkan hukuman selama 2 (dua) tahun. namun, kenyataanya jika dilihat perbuatan terdakwa lebih memenuhi unsur pasal 355 ayat (1) jo pasal 55 ayat (1) ke–1 kuhp sebagaimana dakwaan primair penuntut umum, selain itu hakim dalam menjatuhkan putusan kurang memperhatikan fakta-fakta di persidangan. penulisan ini bertujuan untuk menjelaskan bahwa penerapan dasar hukum yang digunakan penuntut umum kurang tepat dalam menentukan tuntutan pidananya. dan menganlisis putusan hakim yang tidak memperhatikan fakta-fakta di persidangan serta menjelaskan putusan hakim yang belum memenuhi asas keadilan, kemanfaatan dan kepastian hukum. penulisan ini bersifat studi kasus apabila dilihat dari tujuannya termasuk dalam penelitian hukum normatif (normative legal research). data yang digunakan, yaitu melalui studi kepustakaan. studi kepustakaan dilakukan dengan maksud memperoleh data sekunder yaitu melalui serangkaian kegiatan mencari, membaca, menelaaah dan mengutip buku-buku dan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan objek dalam penelitian ini. alat penelitian yang digunakan adalah studi dokumen hukum berupa putusan pengadilan yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti. hasil penelitian menunjukkan bahwa dasar hukum yang digunakan penuntut umum kurang tepat dalam menentukan tuntutan pidananya dan penuntut umum tidak cermat dalam melihat unsur-unsur dari perbuatan terdakwa merujuk ke dalam pasal 356 angka ke 3e kuhp yang merupakan penganiayaan dengan pemberatan. hasil penelitian menunjukkan bahwa majelis hakim tidak tepat dengan menerapkan pasal 353 ayat (2) jo pasal 55 ayat (1) ke–1 kuhp (subsidair) karena perbuatan terdakwa termasuk perbuatan penganiayaan berat dengan direncanakan terlebih dahulu, seharusnya perbuatan terdakwa lebih memenuhi unsur pasal 355 ayat (1) jo pasal 55 ayat (1) ke–1 kuhp (primair). hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa hakim tidak melihat keadilan, kemanfaatan dan kepastian hukum sehingga menerapkan pidana yang terlalu ringan kepada terdakwa. disarankan kepada penuntut umum agar lebih teliti dalam merumuskan setiap unsur-unsur dalam suatu tindak pidana dan disarankan kepada majelis hakim dalam menjatuhkan putusan harus didasarkan oleh fakta-fakta yang terungkap di dalam persidangan serta harus lebih memerhatikan keadilan, kemanfaatan dan kepastian hukum dalam menjatuhkan putusan. ?
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
STUDI KASUS PUTUSAN PENGADILAN NEGERI NOMOR 372/PID.B/2020/PN.JKT UTR TENTANG TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN TERHADAP NOVEL SALIM BASWEDAN. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2021
Baca Juga : ANALISIS PUTUSAN PENGADILAN NEGERI IDI NOMOR. 169/PID.B/2017/PN-IDI TENTANG PENGANIAYAAN YANG MENYEBABKAN KEMATIAN (Syahrizan Rivaldi, 2021)
Abstract
Baca Juga : STUDI KASUS PUTUSAN PENGADILAN NEGERI MARTAPURA NOMOR 307/PID.B/2020/PN MTP TENTANG TINDAK PIDANA EKSPLOITASI SEKSUAL YANG BERMUATAN PORNOGRAFI (Rifki Subahansyah, 2022)