Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL
Tarmizi, KORELASI RASIO NEUTROFIL LIMFOSIT DAN PEWARNAAN GRAM TERHADAP DERAJAT KEPARAHAN PENEUMONIA KOMUNITAS DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2021

Abstrak latar belakang. pneumonia komunitas merupakan penyebab peningkatan mortalitas dan morbiditas di dunia. rasio neutrofil limfosit (rnl) merupakan biomarker yang dapat digunakan sebagai penanda infeksi berat. tujuan penelitian. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara rnl dan pewarnaan gram terhadap derajat keparahan pneumonia komunitas yang disebabkan oleh bakteri. metode penelitian. penelitian ini merupakan penelitian potong lintang dengan pendekatan retrospektif. sampel dikumpulkan dengan metode total sampling. nilai rnl, pemeriksaan gram, dan skor psi didapatkan dari rekam medis pasien. regresi logistik multinomial dilakukan untuk menganalisis hubungan rnl dan derajat pneumonia dan likelihood ratio digunakan untuk menganalisis hubungan pewarnaan gram dan derajat pneumonia. hasil penelitian. nilai rnl pada pneumonia derajat sedang 2,14 kali lebih tinggi daripada nilai rnl pada pneumonia derajat ringan dengan nilai p=0,003 (95% ci 1,30-3,52). nilai rasio neutrofil limfosit pada pneumonia derajat berat 2,98 kali lebih tinggi daripada nilai rasio neutrofil limfosit pada pneumonia derajat ringan dengan nilai p=0,004 (95% ci 1,41-6,31). sedangkan, tidak ditemukan adanya korelasi signifikan antara pewarnaan gram dengan derajat keparahan pneumonia p=0,639 dan rp 1 (95% ci 1,80-5,546). nilai cut-off rnl optimal antara pneumonia derajat ringan dan sedang adalah 9,05 dengan sensitivitas 93,2% dan spesifisitas 100% (auc 0,973, 95% ci 0,936-1; nilai p=0,000 dan nilai cut-off rnl optimal antara pneumonia derajat sedang dan berat adalah 14,3 dengan sensitivitas 100% dan spesifisitas 96,2% (auc 0,981, 95% ci 0,94-1; nilai p=0,022). kesimpulan. terdapat korelasi signifikan antara nilai rnl dengan derajat keparahan pneumonia, namun tidak terdapat korelasi signifikan antara hasil pewarnaan gram dengan derajat keparahan pneumonia. kata kunci: pneumonia komunitas, psi, rnl, pewarnaan gram abstract background. community-acquired pneumonia rising mortality and morbidity in the world. nlr was used as a marker for severe infection. objective. this study aims to determine the correlation between nlr and gram stain on the severity of community pneumonia caused by bacteria. this study is a cross-sectional study with a retrospective approach. method. samples were collected by the total sampling method. the nlr, gram staining, and the psi score were obtained from the patients’ medical record. multinomial logistic regression and the likelihood ratio was used. results. the nlr in moderate degree pneumonia was 2.14 times higher than the nlr in mild degree pneumonia with a p-value of 0.003 (95% ci 1.30-3.52). the nlr in severe degree pneumonia was 2.98 times higher than the nlr in mild degree pneumonia with a p-value of 0.004 (95% ci 1.41-6.31). there was no significant correlation between gram staining and severity of pneumonia p-value 0.639 and rp 1 (95% ci 1.80-5.546). the nlr cut-off value between mild and moderate degree pneumonia was 9.05 with sensitivity and specificity of 93.2% and 100%, respectively (auc of 0.973, 95% ci 0.936-1; p-value 0.000 and cut-off value between moderate and severe pneumonia is 14.3 with sensitivity and specificity of 100% and 96.2% respectively (auc 0.981, 95% ci 0.94-1; p-value 0.022). conclusion. there was a significant correlation between nlr values and the severity of pneumonia, but no significant correlation between gram staining and severity of pneumonia. keywords: cap, psi, nlr, gram staining



Abstract



    SERVICES DESK