Narkotika, akohol, psikotropika dan zat adiktif lainnya (napza) adalah suatu zat yang dapat menimbulkan gangguan mental, perilaku dan dapat mengganggu sinyal penghantar saraf (system neurotransmiter).menurut penelitian longer (1990) berhasil menemukan bagaimana pencegahan terhadap penyalahgunaan napza yaitu dengan cara menggerakkan peranan pendidikan (meningkatkan pengetahuan tentang narkoba). dari pendidikan itu diharapkan dapat mencerminkan kehidupan ke arah yang lebih baik. sehubungan dengan penyalahgunaan tersebut selanjutnya longer menyatakan bahwa sikap dan nilai harus tumbuh dengan serasi.tempat pertumbuhan sikap dan nilai itu adalah keluarga dan sekolah yang berarti orang tua dan guru harus bekerja sama dalam mengembangkan sikap yang positif tentang masalah narkoba.penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan keluarga tentang resiko penyalahgunaan napza pada remaja yang meliputi pengertian napza, faktor-faktor yang mempengaruhi penyalahgunaan napza,bahaya penyalahgunaan napza, dan gejala klinis penyalahgunaan napza.kerangka kerja penelitian ini dikembangkan berdasarkan konsep pengetahuan menurut notoatmodjo (2003) dan berdasarkan konsep napza menurut hawari (2001),depkes ri (2001), dan bnp nad (2005). desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif. metode pemilihan sampel dilakukan dengan cara acak sederhana (simple random sampling).alat pengumpulan data adalah kuesioner yang disusun dalam bentuk pilihan berganda dan data dianajisis dengan menggunakan program komputer. pengumpulan data dilakukan mulai dari tanggal 2 sampai dengan 14 april 2008 dan didapat hasil dari jumlah responden 81 orang dengan tingkat pengetahuan keluarga tentang pengertian napza berada pada kategori tinggi sebanyak (67,90%). pengetahuan keluarga tentang faktor-faktor yang mempengaruhi penyalahgunaan napza berada pada kategori tinggi sebanyak (53,09%). pengetahuan keluarga tentang bahaya penyalahgunaan napza berada pada kategori tinggi sebanyak (67,90%). pengetahuan keluarga tentang gejala klinis penyalahgunaan napza berada pada kategori tinggi sebanyak (62,96%).secara keseluruhan diperoleh hasil tingkat pengetahuan keluarga tentang resiko penyalahgunaan napza pada remaja di kelurahan beurawe kecamatan kuta alam banda aceh tahun 2008 berada pada kategori tinggi sebanyak (59,26%). diharapkan kepada orang tua untuk lebih meningkatkan pengetahuannya tentang konsep napza agar dapat mengarahkan anaknya dalam kegiatan yang positif dalam upaya pencegahan penyalahgunaan napza. kata kunci : pengetahuan, keluarga, napza daftar bacaan : 23 buah, tahun 1990-2006
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG RESIKO PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA,ALKOHOL,PSIKOTROPIKA DAN ZAT ADIKTIF LAINNYA (NAPZA) PADA REMAJA DI KELURAHAN BEURAWE KECAMATAN KUTA ALAM BANDA ACEH T AHUN 2008. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2021
Baca Juga : PERAN LURAH DALAM PENANGGULANGAN DEKADENSI MORAL REMAJA (SUATU PENELITIAN PADA LURAH KECAMATAN KUTA ALAM) (AINAL MARDIAH, 2020)
Abstract
Baca Juga : FAKTOR-FAKTOR RESIKO PENYALAHGUNAAN NAPZA PADA REMAJA DI SMA NEGERI 1 DARUL IMARAH ACEH BESAR TAHUN 2013 (natasya rizky, 2014)