Pengemis merupakan fenomena sosial yang telah lama ada dan belum mampu dihindari keberadaannya dalam kehidupan masyarakat, terutama di daerah perkotaan. kehadiran pengemis dapat mengakibatkan munculnya ketidakaturan sosial yang ditandai dengan kemerautan, ketidaknyamanan, ketertiban serta menggangu keindahan kota. realitas masyarakat lapisan bawah ini merupakan golongan masyarakat yang tidak mempunyai pekerjaan menentu, tempat berteduh menetap, ataupun relasi-relasi yang dapat mengangkat kehidupan mereka. pengemis sering kali dianggap penyebab keresahan dan kerusuhan, sampah masyarakat, pengacau atau perusak keindahan kota. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang menyebabkan seseorang menjadi pengemis, untuk mengetahui kehidupan sosial pengemis dan untuk mengetahui upaya pemerintah dalam menanggani permasalahan pengemis di kota banda aceh. metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. teknik pengumpulan data di lakukan dengan observasi, wawancara dan studi kepustakaan. dalam penelitian ini peneliti mengambil 25 orang informan pengemis dan 1 orang informan dari dinas sosial kota banda aceh. pemilihan informan dalam penelitian ini melalui teknik simple random sampling yaitu teknik pemilihan informan secara acak dimana setiap peogemis yang beraktivitas di seputaran pusat kota banda aceh mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi informan dalam penelitian ini. hasil penelitian menunjukkan bahwa pengemis yang beroperasi di kota banda aceh sebahagian besarnya merupakan _pendatang dari berbagai daerah di provinsi aceh, hanya sebahagian kecil yang merupakan penduduk asli kota banda aceh. faktor yang menyebabkan seseorang menjadi pengemis yaitu: 1). faktor internal: malas bekerja, rendahnya keterampilan, faktor cacat, faktor umur yang kurang produktif dan rendahnya rasa malu, 2). faktor eksternal: faktor ekonomi, kurangnya kepedulian sosial dan adanya dukungan masyarakat kota yang gemar memberi sedekah. penghasilan yang didapatkan dari hasil mengemis tergolong tinggi sehingga menyebabkan mereka sulit meninggalkan pekerjaan tersebut. pemerintah telah melakukan berbagai upaya dalam menanggani permasalahan pengemis di antaranya dengan melakukan penertiban atau razia, sosialisasi larangan pemberian sedekah kepada pengemis, mengajarkan pelatihan atau keterampilan kerja dan memberikan modal usaha ekonomi produktif. usaha-usaha yang dilakukan oleh pemerintah tersebut dapat di katakan belum berhasil dengan ditandai masih adanya pengemis yang beroperasi di kota banda aceh. kata kunci: kehidupan sosial, pengemis
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
KEHIDUPAN SOSIAL PENGEMIS (STUDI KASUS DI KOTA BANDA ACEH). Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2021
Baca Juga : UPAYA DINAS SOSIAL DAN TENAGA KERJA DALAM MENANGGULANGI PENGEMIS DI KOTA BANDA ACEH (Afzal, 2016)
Abstract
Baca Juga : PERAN DINAS SOSIAL DALAM PENANGANAN PENGEMIS DAN ANAK JALANAN DI KOTA KISARAN KABUPATEN ASAHAN (KARINA ADITYA PUTRI, 2020)