Penurunan kemampuan fungsi kaki diakibatkan karena adanya proses penuaan. penurunan kemampuan tersebut mengakibatkan lansia tidak dapat mengontrol keseimbangan tubuh saat melakukan aktivitas berjalan. ketidakseimbangan tubuh dalam berjalan dapat diatasi dengan penggunaan auxiliary walker. auxiliary walker merupakan alat bantu jalan berupa dukungan tambahan untuk menjaga keseimbangan tubuh saat berjalan. ada dua fungsi auxiliary walker yaitu menjaga keseimbangan dan membantu menopang beban. penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan produk auxiliary walker berdasarkan voice of customer (voc) yang disebut dengan customer need menggunakan metode quality function deployment (qfd). penelitian dilakukan kepada 16 responden menggunakan teknik purposive sampling dengan karakteristik lansia usia diatas 60 tahun menggunakan auxiliary walker. penyebaran kuesioner dilakukan dengan dua tahap, tahap pertama kuesioner identifikasi pasar dan tahap kedua kuesioner tingkat kepentingan dan kepuasan menggunakan skala likert. hasil kuesioner tahap kedua akan dioleh menggunakan house of quality (hoq) untuk melihat tingkat prioritas berdasarkan customers needs. hasil dari hoq akan digunakan sebagai acuan pembuatan rancangan baru auxiliary walker dengan bantuan salah satu software cad (computer aided design) dalam bentuk 2d dan 3d yang digunakan dalam pembuatan produk yaitu solidworks. kata kunci: lansia, auxiliary walker, customer needs, quality function deployment (qfd) , house of qyuality (hoq), solidworks.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PERANCANGAN PRODUK AUXILIARY WALKER DENGAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD). Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2021
Baca Juga : PERANCANGAN HELM ERGONOMIS UNTUK PENGEMUDI SEPEDA MOTOR WANITA BERSANGGUL BERDASARKAN DATA ANTROPOMETRI DAN PERSEPSI PENGGUNA (Putri Nachrisa Nazar, 2024)