Persoalan ketimpangan dengan segala konsekuensinya sering dialami oleh negara-negara sedang berkembang. negara-negara ini berusaba untuk memacu pertumbuhan ekonomi yang tinggi dengan mengko nsentrasikan kegiatan pembangunan di pusat-pusat pertumbuhan tertentu yang biasanya di daerah perkotaan. pusat pertumbuhan ini diharapkan mampu memacu pertumbuhan ekonomi daerah sekitarnya sebagai daerah pemasok kebutuhan pusat pertumbuhan. namun, tanpa disadari kebijakan tersebut menimbulkan persoalan baru yaitu ketimpangan pendapatan antara daerah sekaligus juga ketimpangan pembangunan antar daerah.ketimpangan pendapatan dapat memperburuk kondisi perekonomian wilayah karena ada daerah tertentu yang mengalami _ pertumbuhan ekonomi lebih tinggi sementara daerah lain tertinggal. pendekatan williamson digunakan untuk menentukan berapa besar ketimpangan pembangunan antar daerah di provinsi aceh. data dalam penenlitian ini adalah data sekunder, meliputi dari duapuluh tiga kabupaten/kota.hasil analisis indeks williamson menunjukkan di kabupaten/kota mengalami ketimpangan yang sangat tinggi pada tahun 2000 dan terns tumbuh sehingga pada tabun 2009 ketirnpangannya turun di bawah rata-rata meskipun masib berada di tingkat ketimpangan pembangunan namun mampu menunjukkan pembangunan yang lebih baik, misalnya kabupaten nagan raya pada tahun 2000 mengalami ketimpangan yang sangat tinggi dan selanjutnya menurun pada tabun 2009 dengan indeks ketimpangan (iw) di bawah rata-rata. kata kunci: ketimpangan, pendapatan, regional, provinsi aceh.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
KETIMPANGAN PENDAPATAN REGIONAL DI PROVINS! ACEH. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2021
Baca Juga : PENGARUH INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM), KETERSEDIAAN INFRASTRUKTUR LISTRIK, DAN SANITASI TERHADAP KETIMPANGAN PENDAPATAN DI PULAU SUMATERA (FATHUR RAHMAN, 2024)
Abstract
Baca Juga : PENGARUH E-COMMERCE DAN FINANCIAL TECHNOLOGY TERHADAP KETIMPANGAN PENDAPATAN DI INDONESIA (DWIKI DIMAS PRADIPTA, 2024)