Sebagian besar fraktur pada burung terjadi pada ekstremitas anterior karena pergerakan sewaktu terbang. penelitian ini bertujuan melihat profil hematologi darah merpati setelah implan bone pin tulang biawak pada tiap-tiap hari pengamatan. penelitian ini menggunakan 10 ekor merpati jantan, umur 4-5 bulan dengan berat badan 300-500 gram, dibagi menjadi 2 kelompok perlakuan. semua merpati dibuat fraktur transversa pada tulang humerus, 5 merpati diimplankan pin intramedullar (p-1) dan 5 merpati diimplankan dengan bone pin tulang biawak (p-2). pengambilan darah dilakukan melalui vena tibia caudalis dan vena brachiallis pada hari ke 0, 3, 7 dan 14 setelah bedah. pemeriksaan profil darah merah meliputi eritrosit, hemoglobin, hematokrit, mean corpuscular volume (mcv), mean corpuscular hemoglobin (mch), dan mean corpuscular hemoglobin concentration (mchc) dihitung dengan hematology analyzer (mindray® bc-2800). peningkatan dan penurunan profil darah merpati berada dalam kisaran normal dengan perbedaan yang tidak signifikan diantara kedua kelompok perlakuan (p>0.05). sedangkan profil darah merah merpati diantara waktu pengamatan menunjukkan perbedaa yang signifikan (p0.05). while the red blood profile of pigeons between observation times showed a significant difference (p
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PROFIL DARAH MERAH MERPATI SELAMA KESEMBUHAN FRAKTUR MENGGUNAKAN FIKSASI BONE PIN TULANG BIAWAK DAN PIN INTRAMEDULLAR. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2021
Baca Juga : LEVEL BLOOD UREA NITROGEN (BUN) DAN KREATININ MERPATI (COLUMBIA LIVIA) SELAMA KESEMBUHAN FRAKTUR HUMERUS YANG DIIMPLAN BONE PIN ALTERNATIF (ASNITA PURNAMA, 2021)