Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL
SYARIF HIDAYAT SYAH, KLASIFIKASI DAMPAK JENIS PELARUT DAN WAKTU EKSTRAKSI TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PENENTUAN SENYAWA FLAVONOID EKSTRAK DAUN RANDA KENCANA (TAGETES ERECTA L.). Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2021

Abstrak seiring dengan perkembangan zaman, tanaman alami sering mendapat perhatian dari kalangan peneliti sebagai sumber zat aktif biologis termasuk antioksidan. salah satu jenis tanaman tersebut ialah bunga randa kencana (tagetes erecta l). tanaman ini dikenal secara luas karena komponen-komponen fitokimia yang merupakan senyawa bioaktif yaitu flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin. komponen yang ditemukan paling banyak di tanaman ini adalah flavonoid. flavonoid merupakan salah satu senyawa polifenol yang memiliki sifat antioksidan. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pelarut dan lama ekstraksi terhadap rendemen, senyawa flavonoid dan aktivitas antioksidan ekstrak daun bunga randa kencana. penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (rak) faktorial. terdapat dua faktor dalam penelitian ini yaitu jenis pelarut yang digunakan (p) dan lama ekstraksi (t). faktor jenis pelarut yang terdiri dari dua (2) taraf yaitu p1 = etanol 96% dan p2 = metanol 95%. faktor lama ekstraksi terdiri dari tiga (3) taraf yaitu t1 = 24 jam, t2 = 48 jam, dan t3 = 72 jam. analisis yang dilakukan meliputi analisis kadar air serbuk daun randa kencana, rendemen, senyawa flavonoid secara kualitatif, dan aktivitas antioksidan metode dpph. hasil yang diperoleh ialah kadar air serbuk daun randa kencana adalah sebesar 0,98% telah sesuai dengan standar bahan obat alam karena telah memiliki kadar air kurang dari 10%. jenis pelarut (p) berpengaruh sangat nyata (p?0,01) terhadap rendemen ekstrak daun randa kencana dan pelarut metanol memberikan rendemen yang lebih tinggi dari pelarut etanol. selain itu, lama ekstraksi (t) berpengaruh nyata (p?0,05) terhadap rendemen ekstrak daun randa kencana. pada lama ekstraksi 72 jam (t3) diperoleh rendemen sebesar 22,08%. ekstrak daun randa kencana mengandung senyawa flavonoid yang diuji secara kualitatif, ditandai dengan kemunculan warna kuning kehijauan dan agak jingga pada warna akhir ekstrak. jenis pelarut (p), lama ekstraksi (t), dan interaksi antar keduanya berpengaruh sangat nyata (p?0,01) terhadap aktivitas antioksidan ekstrak daun randakencana. aktivitas antioksidan tertinggi diperoleh pada perlakuan p2t3 (menggunakan pelarut metanol 95% dengan lama ekstraksi 72 jam) yaitu sebesar 40,78%.



Abstract



    SERVICES DESK