Latar belakang : prevalensi omsk di indonesia yang tinggi membutuhkan pengobatan yang efektif. antibiotik sistemik bisa saja kurang efektif dibandingkan topikal. salah satu jenis antibiotik yang direkomendasikan adalah ofloksasin tujuan : mengetahui apakah penggunaan ofloksasin oral lebih baik dibandingkan dengan ofloksasin topikal terhadap kesembuhan omsk tipe aman fase aktif metode : penelitian bersifat deskriptif kohort prospektif dari bulan juni-september 2020. data dikumpulkan dari penderita omsk tipe aman fase aktif di poliklinik tht-kl rsud zainal abidin banda aceh. sampel penelitian adalah penderita omsk tipe aman fase aktif yang berobat ke poliklinik tht-kl rsudza. pasien dibagi kedalam 2 kelompok yaitu kelompok yang mendapat ofloksasin oral 400 mg dan kelompok yang mendapat ofloksasin topikal 0,3%. pasien diamati selama 2 minggu. evaluasi dikatakan positif jika telinga kering. pengolahan data dilakukan dengan uji fisher. hasil: penelitian ini menunjukkan jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 22 sampel. proporsi tertinggi penderita omsk berdasarkan jenis kelamin : laki-laki (54,5%), kelompok usia : 56-65 tahun (27,3%), pekerjaan : swasta (36,4%), hasil kultur organisme terbanyak : pseudomonas aeruginosa (31,8%), keberhasilan terapi: menggunakan ofloksasin oral (40,9%) dan ofloksasin topikal (45,5%). terlihat tidak ada perbedaan signifikan pada keberhasilan terapi setelah pemberian ofloksasin oral dan topikal (p=1.000, rr =1.1, ci 9.5% = 0,794-1,554). kesimpulan : tidak ada perbedaan hasil terapi ofloksasin oral dengan topikal pada omsk tipe aman fase aktif. kata kunci : omsk tipe aman fase aktif, sekret telinga, ofloksasin
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PERBANDINGAN TERAPI OFLOKSASIN ORAL DENGAN TOPIKAL PADA OMSK TIPE AMAN FASE AKTIF DI RSUDZA BANDA ACEH. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2021
Baca Juga : DETERMINAN KUALITAS HIDUP PASIEN OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIK TIPE AMAN PASCA TIMPANOPLASTI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN (M. Faiz Alfarizzy, 2025)