Anggrek dendrobium merupakan tanaman hias famili orchidaceae yang memiliki beragam jenis dan banyak spesies. kendala dalam agribisnis anggrek adalah produksi bibit yang lama dan jumlahnya sedikit, sehingga perlu diperbanyak secara kultur in vitro. eksplan daun dipilih karena selalu tersedia sepanjang musim dan mudah diperoleh. perbanyakan eksplan daun secara in vitro umumnya menggunakan kultur kalus, yang bertujuan untuk memproduksi bibit secara cepat dengan jumlah yang banyak dan kualitasnya lebih baik. faktor penentu keberhasilan kultur kalus adalah umur eksplan daun, daun muda lebih cepat membentuk jaringan sel baru daripada daun yang sudah mengalami fase akhir. keberhasilan kultur kalus juga dipengaruhi oleh adanya penggunaan zat pengatur tumbuh (zpt). zpt jenis auksin (2,4-d) sering digunakan untuk memacu pertumbuhan kalus dan merangsang pembelahan sel. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh umur eksplan daun, konsentrasi 2,4-d serta interaksi diantara kedua faktor tersebut terhadap pertumbuhan kalus anggrek dendrobium secara in vitro. penelitian dilaksanakan di laboratorium kultur jaringan tanaman jurusan agroteknologi fakultas pertanian universitas syiah kuala, darussalam banda aceh. penelitian ini berlangsung dari bulan juni sampai desember 2020. penelitian ini menggunakan dua faktor perlakuan dengan setiap faktor terdiri dari empat taraf. faktor perlakuan pertama yaitu umur eksplan daun, dengan taraf yang terdiri dari daun berumur 5, 6, 7 dan 8 bulan. faktor kedua yaitu konsentrasi 2,4-d, dengan taraf yang terdiri dari kontrol (tanpa 2,4-d), 0,50 mg l -1 , 0,75 mg l -1 dan 1 mg l -1 . semua perlakuan menggunakan zpt bap dalam konsentrasi yang sama yaitu 1 mg l -1 . terdapat 16 kombinasi perlakuan dengan 5 kali ulangan, sehingga diperoleh 80 satuan percobaan. parameter yang diamati adalah persentase kontaminasi dan persentase warna eksplan. penelitian dilakukan dengan dua cara sterilisasi. hasil penelitian pada semua percobaan menunjukkan bahwa tidak ada eksplan yang berhasil membentuk kalus sampai 12 minggu setelah inisiasi (msi). pada sterilisasi cara ii penanaman kedua persentase eksplan hidup tertinggi dijumpai pada eksplan daun berumur 7 bulan + kontrol (13,3%). pada sterilisasi cara ii penanaman ketiga persentase eksplan hidup tertinggi dijumpai pada eksplan daun berumur 5 bulan + kontrol (66,7%) dan eksplan daun berumur 8 bulan + kontrol (66,7%). hasil penelitian terhadap persentase kontaminasi menunjukkan bahwa pada sterilisasi cara i sebanyak 98,75% eksplan terkontaminasi oleh jamur. pada sterilisasi cara ii penanaman kedua tidak ada eksplan yang terkontaminasi, namun pada umur 4 msi eksplan mulai menunjukkan gejala browning dan tidak membentuk kalus. pada sterilisasi cara ii pada penanaman ketiga sebanyak 36 eksplan terkontaminasi dengan total persentase kontaminasi sebesar 15%. hasil penelitian pada persentase warna eksplan menunjukkan bahwa eksplan mulai mengalami browning pada umur 4 dan 5 msi. eksplan daun anggrek sterilisasi cara ii penanaman kedua yang menghasilkan persentase eksplan browning tertinggi pada umur 12 msi, dijumpai pada eksplan daun berumur 5 bulan + 0,50 mg l-1 2,4-d, daun berumur 5 xiii bulan + 1 mg l-1 2,4-d, daun berumur 6 bulan + 0,50 mg l-1 2,4-d dan daun berumur 8 bulan + 0,75 mg l-1 2,4-d sebesar 100%. eksplan daun anggrek sterilisasi cara ii penanaman ketiga yang menghasilkan persentase eksplan browning tertinggi pada umur 8 msi, dijumpai pada eksplan daun berumur 5 bulan + 1 mg l-1 2,4-d dan eksplan daun berumur 8 bulan + 0,75 mg l-1 2,4-d sebesar 100%.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
NDUKSI KALUS EKSPLAN DAUN ANGGREK DENDROBIUM PADA BERBAGAI UMUR DENGAN PENAMBAHAN BEBERAPA KONSENTRASI 2,4-DICHLOROPHENOXYACETIC ACID SECARA IN VITRO. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2021
Baca Juga : PENGARUH KONSENTRASI NAA DAN BAP PADA PROSES ORGANOGENESIS PLB ANGGREK DENDROBIUM SECARA IN VITRO (Umairah Maghfirah, 2023)
Abstract
Baca Juga : RESPONS JENIS EKSPLAN MELATI (JASMINUN SAMBAC) TERHADAP BERBAGAI KONSENTRASI BAP SECARA IN VITRO (Fithriani, 2024)