Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL
Fanny Lilian, KONTROL KAPASITAS DAYA DUKUNG PONDASI TIANG PANCANG DENGAN METODE FORMULA DINAMIS DAN ANALISIS PACIFIC COAST UNIFORM BUILDING CODE. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2021

Pondasi merupakan elemen konstruksi yang terletak di bagian terbawah suatu bangunan sipil dan berfungsi untuk meneruskan beban struktur atas (upper structure) ke lapisan tanah dasar (bearing layer) yang ada di bawahnya. pondasi selain harus mampu menerima beban statis dan dinamis, juga perlu diperhitungkan terhadap sifat tanah ketika menerima efek beban getaran yang menyebabkan tanah mencair (liquefaction) sehingga mengakibatkan daya dukungnya menjadi hilang. perhitungan kapasitas daya dukung pondasi tiang pancang terhadap kedalaman pemancangan merupakan suatu hal yang perlu diperhatikan dalam suatu perencanaan pondasi. metode yang digunakan dalam kajian ini disesuaikan dengan kelengkapan data yang diimplementasikan ke dalam rumus-rumus yang digunakan. tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk menganalisa kapasitas daya dukung tiang pancang dengan metode dinamis menggunakan teori yang dipublikasikan oleh pacific coast uniform building code (pcubc). data yang digunakan untuk menganalisa daya dukung pondasi tiang pancang pada metode formula dinamis ini menggunakan data hasil uji pemancangan (calendering) pada pembangunan gedung wisma district sales office (dso) djarum, kota banda aceh. hasil yang didapatkan dari penelitian ini berupa nilai daya dukung tiang pancang dengan dimensi 25x25 cm dan kedalaman pemancangan 15 meter dari permukaan tanah. daya dukung yang dihasilkan pada penggunaan setiap metode formula dinamis dengan nilai kalandering (final set) 7,0 mm pada pc-237 masing-masing adalah, danish = 33,695 ton, metode eytelwein = 23,13 ton, metode cnb = 17,600 ton, metode pcubc = 14,626 ton, dan metode hiley = 16,55 ton. dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode pcubc merupakan metode yang memiliki nilai daya daya dukung tiang terkecil, sedangkan untuk nilai daya dukung tiang yang terbesar diperoleh dengan menggunakan metode danish.



Abstract



    SERVICES DESK