Data cuaca berupa suhu udara, kelembaban udara, curah hujan, dan kecepatan angin memerlukan proses penyimpanan yang baik agar data cuaca dapat direkapitulasi selama satu tahun. untuk itu membutuhkan proses penyimpanan data melalui database management system (dbms). dbms dapat mengelola, menyimpan sekumpulan data secara baik. pengguna dbms dapat membuat, mencari, memelihara, serta memiliki akses terkontrol terhadap data. penyimpan data pada pemantauan cuaca menggunakan memori secure digital (sd) dalam format comma separated values (csv). penyimpanan data seperti ini kurang efisien diakibatkan data direkapitulasi secara manual ke dalam komputer, oleh sebab itu peneliti menggunakan dbms untuk dapat mengelola data cuaca dalam skala yang besar, seperti database mysql yang dapat menyimpan data skala menengah sehingga diterapkan untuk penyimpanan data lokal sedangkan database oracle yang memiliki kapasitas penyimpanan data yang lebih besar serta keamanan yang terjamin sehingga diterapkan untuk penyimpanan data terpusat. untuk dapat menyimpan data lokal ke dalam data terpusat menggunakan sinkronisasi data. penelitian ini bertujuan untuk mendesain sistem instrumentasi pengukuran cuaca berbasis iot yang terdiri dari suhu udara, kelembaban udara, curah hujan, dan kecepatan angin untuk data harian sampai tahunan di dalam database mysql dan oracle, serta merancang kinerja metode sinkronisasi dbms menggunakan metode event-driven pada database mysql dan metode time-driven pada database oracle. hasilnya, mampu mendesain sebuah sistem instrumentasi cuaca yang baik dan mampu mendapatkan data cuaca harian dengan suhu udara rata-rata sebesar 28,03 ?, kelembaban udara rata-rata sebesar 78,41 %, curah hujan rata-rata sebesar 0 mm, dan kecepatan angin rata-rata sebesar 3 m/s. perbandingan nilai data cuaca yang didapatkan dari bmkg dengan hasil pengukuran memiliki akurasi 100% dan nilai presisi suhu udara 0,10%, kelembaban udara 0,17%, curah hujan 3,65%, dan kecepatan angin 1%. untuk proses penyimpanan data cuaca, database oracle memiliki kecepatan yang lebih cepat dibandingkan dengan database mysql. kecepatan penyimpanan data yang dibutuhkan database oracle rata-rata sebesar 1163,89 detik sedangkan database mysql membutuhkan waktu rata-rata 203 detik. kata kunci: mysql, oracle, sinkronisasi, event-driven, time-driven.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
KAJIAN KINERJA MYSQL DAN ORACLE PADA DATA LOGGER CUACA BERBASIS IOT. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2021
Baca Juga : DESAIN DATA LOGGER SINAR ULTRAVIOLET BERBASIS INTERNET OF THING (IOT) (Riski Ananda Putra, 2022)
Abstract
Baca Juga : KAJIAN DAN ANALISA MANAJEMEN NANOGRID DENGAN PANEL SURYA 50WP PADA RUMAH HUNIAN (MULKI ALFARISI, 2022)