Salah satu permasalahan serius yang dihadapi oleh banyak negara saat ini adalah jumlah energi fosil seperti minyak bumi yang sangat terbatas, sementara kebutuhan energi terus meningkat oleh karena itu, perlu dikembangkan bahan bakar alternatif yang bersifat terbarukan dan konservasi energi yaitu sumber energi bomassa sumber energi biomassa dapat berasal dari tanaman perkebunan atau pertanian, hutan, maupun limbah hasil konversi biomassa ini dapat berupa biogas, bioetanol, biodiesel, arang dan sebagainya beberapa tahapan untuk menghasilkan bioetanol dari bahan lignoselulosa diantaranya, pemisahan antara lignin, hemiselulosa dan selulosa selanjutnya selulosa dikonversi menjadi glukosa. kemudian glukosa yang terbentuk akan diubah menjadi bioetanol tujuan penelitian ini adalah menghidrolisis selulosa menjadi glukosa dengan menggunakan bantuan enzim selulase berdasarkan penelitian sebelumnya (afrida, 2010) glukosa yang diperoleh dari alang-alang dengan bantuan enzim selulase masih sangat rendah yaitu sebesar 53.5 mg/ml beberapa faktor yang diduga menyebabkan hal ini adalah tdak adanya pengontrolan ph selama proses inkubasi dan ukuran partikel substrat yang terlalu besar faktor yang digunakan pada penehitian ini adalah ukuran partikel substrat dan ph. ukuran partikel substrat biomassa alang-alang berukuran 80 dan i00 mesh dan nilai ph larutan dibuat sesuai dengan variasi perlakuan yakni 4,2 ;4,8,5,5.inkubasi dilakukan dengan menggunakan inkubator pada suhu 37" c selama 72 jam analisis glukosa dilakukan setiap 2 jam, 4 jam, 6 jam, 8 jam. 12 jam, 24 jam, 48 jam, dan 72 jam dengan menggunakan metode anthrone dan alatnya spectrofotometri.tahap 2 dilakukan apabila kondisi optimum belum tercapai maka kondisi tersebut diulangi kembali dengan memperpanjang waktu inkubasi hingga diperolehglukosa yang optimum untuk kondisi perlakuan terbaik has1l penel itan menunjukkan bahwa substrat alang-alang ukuran partikel 80 mesh ph 4.2 menghasilkan glukosa 30,9 mg/ml, ph 4.8 menghasilk an glukosa 35,3 mg/ml, dan ph 5.5 menghasilkan glukosa 52,5 mg/ml substrat alang-alang ukuran partikel 100 mesh ph 4,2 menghasilkan glukosa 45,4 mg/ml, ph 4,8 menghasilkan glukosa 54,4 mg/ml, dan ph 5,5 menghasilkan glukosa 80,2 mg/ml glukosamaksimum dicapai pada waktu inkubasi selama 72 jam berdasarkan hasil perolehan glukosa pada tahap pertama, glukosa yang dihasilkan dari semua perlakuan baik untuk ukuran 80 dan 100 mesh ph 5,5 cenderung naik seiring dengan lama waktu inkubasi pengkondisian larutan dengan ph 5.5 diduga merupakan kondisi optimum enzim selulase didalam mengkonversi selulosa menjadi glukosa untuk itu, kondisi terbaik diulangi kembali hingga mencapai kondisi optimum untuk substrat berukuran 100 mesh dan ph 5.5.hasil penelitian menunjukkan bahwa glukosa yang dihasilkan meningkat yakni 121,8 mg/ml (12,1 %) dicapai pada waktu inkubasi selama 96 jam.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
OPTIMASI PEROLEHAN GLUKOSA SEBAGAI BAHAN BAKU BIOETANOL DARI ALANG-ALANG (IMPERATA CYLINDRICA) MENGGUNAKAN ENZIM SELULASE DENGAN VARIASI UKURAN PARTIKEL SUBSTRAT DAN PH. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2021
Baca Juga : PENGARUH UKURAN PARTIKEL SUBSTRAT DAN PH TERHADAP PEROLEHAN GLUKOSA DARI JERAMI PADI DENGAN MENGGUNAKAN ENZIM SELULASE (Dedi Faisal, 2024)