Almasari dewi. 1505105010033. pengaruh konsentrasi etanol dan lama maserasi terhadap rendemen, senyawa kimia, aktivitas antibakteri, dan hambatan dpph ekstrak daun kuda-kuda (lannea coromandelica) di bawah bimbingan yuliani aisyah sebagai ketua dan yusya’ abubakar sebagai anggota. ringkasan tanaman kuda-kuda (lannea coromandelica (houtt.) merr.) merupakan salah satu tanaman yang hidup di daerah tropis sehingga tersebar luas hampir di seluruh kawasan di indonesia. di aceh, tanaman ini sering dijumpai di pinggir jalan dan sering dijadikan sebagai pembatas pagar. beberapa penelitian sebelumnya hanya memanfaatkan tanaman kuda-kuda yang berasal dari kawasan banda aceh untuk melihat pengaruh ekstrak daun kuda-kuda terhadap kenaikan berat badan itik peking dan tikus putih tanpa menganalisis kandungan-kandungan yang terdapat pada ekstrak daun kuda-kuda. adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mempelajari pengaruh konsentrasi pelarut etanol dan lama maserasi terhadap rendemen, kandungan senyawa kimia (total fenol, alkaloid, flavonoid, terpenoid, saponin, dan tanin), aktivitas antibakteri, dan dan persen hambatan dpph ekstrak daun kuda-kuda. pada penelitian ini, konsentrasi etanol dan lama maserasi diduga berpengaruh terhadap rendemen, kandungan senyawa kimia (total fenol, alkaloid, flavonoid, terpenoid, saponin, dan tanin), aktivitas antibakteri, dan persen hambatan dpph ekstrak daun kuda-kuda. penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (ral) pola faktorial yang terdiri dari dua faktor. faktor i yaitu: konsentrasi etanol (p) terdiri dari 3 taraf, yaitu p1 = 70% , p2 = 80% , dan p3 = 90% dan faktor ii yaitu: lama maserasi (m) terdiri dari 2 taraf yaitu m1 = 24 jam dan m2 = 48 jam. setiap perlakuan menggunakan 3 kali ulangan sehingga diperoleh 18 satuan percobaan. hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi etanol berpengaruh sangat nyata terhadap rendemen, lama maserasi berpengaruh nyata terhadap aktivitas antibakteri pada bakteri staphylococcus aureus, dan interaksi perlakuan berpengaruh sangat nyata terhadap persen hambatan dpph dan total fenol. rendemen tertinggi diperoleh pada konsentrasi etanol 90% yaitu 5,47%. diameter daya hambat tertinggi ekstrak daun kuda-kuda terhadap bakteri s. aureus pada lama maserasi 24 jam yaitu 5,85 mm. persen hambatan dpph tertinggi diperoleh pada konsentrasi etanol 90% yaitu 86,32%. total fenol tertinggi diperoleh pada konsentrasi etanol 90% dan lama maserasi 48 jam yaitu 7,24 mg gae/g. analisis ftir pada ekstrak daun kuda-kuda menunjukkan bahwa ektrak tersebut mengandung senyawa kimia alkaloid, flavonoid, terpenoid, saponin dan tanin yang dilihat dari gugus-gugus yang terdapat pada grafik ftir. berdasarkan hasil penelitian yang telah didapatkan, untuk kedepannya pada pengujian aktivitas antibakteri sebaiknya dilakukan perhitungan terhadap jumlah bakteri yang akan digunakan atau disetarakan dengan 0,5 mc. farland (105-108 cfu/ml), sehingga ekstrak daun kuda-kuda yang digunakan akan lebih efektif dalam menghambat bakteri s. aureus dan e. coli. kategori daya hambat aktivitas antibakteri terbaik yaitu > 20 mm (sangat kuat).
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PENGARUH KONSENTRASI ETANOL DAN LAMA MASERASI TERHADAP RENDEMEN, SENYAWA KIMIA, AKTIVITAS ANTIBAKTERI, DAN HAMBATAN DPPH EKSTRAK DAUN KUDA-KUDA (LANNEA COROMANDELICA). Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2021
Baca Juga : POTENSI PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KUDA-KUDA (LANNEA COROMANDELICA) SEBAGAI ANTIHIPERKOLESTEROLEMIA DAN PERUBAHAN BOBOT BADAN ITIK PEKING (ANAS PLATYRINCHOS) (Cut Meurah Mariana, 2017)
Abstract
Baca Juga : POTENSI EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA LAM.) SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP CUTIBACTERIUM ACNES (Afifah Maulia Putri, 2023)