Abstrak – fluktuasi dalam pemrosesan sinyal merupakan suatu keadaan ketidaktepatannya nilai puncak amplitudo suatu data saat proses akuisisi data. terdapat tiga jenis data fluktuasi yang didapatkan pada penelitian sebelumnya yaitu mean fluctuation (mf), high fluctuation (hf), dan high-high fluctuation (hhf). penelitian ini menggunakan data sinyal fluktuasi high fluctuation (hf) dari bahan h20 dan h20 dicampur dengan naoh. metode yang digunakan pada penelitian ini berupa matrix subtraction dengan mengurangi rata-rata kelompok data fluktuasi sinyal bahan h2o dengan h2o dicampur naoh yang didapatkan dari sensor kapasitif multispektral. kemudian kelompok data yang didapatkan sebelum dan sesudah proses matrix subtraction dianalisis menggunakan parameterparameter kualitas sinyal sehingga diketahui kelompok data mana yang memiliki pola fluktuasi terbaik. selain itu penelitian ini juga menghasilkan pola yang dominan dari suatu bahan yang telah melalui proses matrix subtraction. hasil terbaik sebelum matrix subtraction terdapat pada data per 5 kelompok data urutan ke-1 untuk snr dan data urutan ke-3 untuk psd untuk bahan h2o, sedangkan untuk bahan naoh dicampur h2o nilai snr terbaik terdapat pada data per 20 kelompok data urutan ke-4 dan nilai psd terbaik terdapat pada data per 5 kelompok data urutan ke-12. nilai snr dan psd terbaik yang didapatkan setelah proses matrix subtraction adalah pada data per 5 kelompok data urutan ke-11 dan urutan ke-1. kata kunci: sinyal fluktuasi, matrix subtraction, parameter sinyal
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
ANALISIS POLA FLUKTUASI SINYAL MULTISPEKTRAL MENGGUNAKAN METODE MATRIX SUBTRACTION. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2021
Baca Juga : PENERAPAN METODE CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK (CNN) PADA PENGENALAN POLA FLUKTUASI CITRA SINYAL BERTIPE HIGH-HIGH FLUCTUATION (HHF) (MUHAMMAD YANI MUNANDAR, 2021)
Abstract
Baca Juga : ANALISIS PENGUKURAN PRODUKTIVITAS PROSES PRODUKSI KRAWANGAN MENGGUNAKAN METODE OBJECTIVE MATRIX (OMAX) (STUDI KASUS: CV. GUNTOMARA) (Wina Nur Afifah, 2025)