Proses pemesinan seperti proses gurdi sudah sangat banyak digunakan pada industri manufaktur. proses ini dilakukan untuk membuat lubang didalam suatu komponen, salah satunya pada industri elektronik, aerospace, obat-obatan, otomotif, dan lain-lain. ketika komponen yang dibuat ukuran dimensinya menjadi semakin kecil, maka hal ini berdampak terhadap pembuatan ukuran dimensi lubang yang ikut mengecil bahkan bisa mencapai beberapa mikron saja, sehingga proses penggurdian ini berubah istilahnya menjadi micro-drill. makalah ini menjelaskan tentang kualitas dimensi lubang dan keausan mata pahat (flank wear) hasil dari proses high speed micro-drill pada stainless steel dengan ketebalan 1 mm menggunakan mata pahat tungsten carbide 0,3 mm. terdapat sembilan variasi parameter pemesinan dengan variabel yang digunakan adalah spindle speed 20.000 rpm, 22.000 rpm, 24.000 rpm dan feed rate 1 mm/min, 1.5 mm/min, 2 mm/min. hasil proses high-speed micro-drill dianalisa secara visual menggunakan scanning electron microscope (sem) untuk mengukur keakuratan dimensi lubang dan keausan mata pahat (flank wear). didapati hasil proses pemesinan bahwa, terdapat deviasi dimensi pada beberapa lubang pengujian dan peningkatan nilai keausan mata pahat. diharapkan makalah ini dapat menjelaskan keakuratan dimensi dan nilai keausan mata pahat (flank wear) pada proses high-speed micro-drill.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PENGARUH SPINDLE SPEED DAN FEED RATE TERHADAP KUALITAS DIMENSI LUBANG DAN KEAUSAN MATA PAHAT PROSES HIGH-SPEED MICRODRILL PADA MATERIAL STAINLESS STEEL. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2021
Baca Juga : ANALISA KEAUSAN TEPI PAHAT PADA PROSES GURDI (AKHYAR, 2024)
Abstract
Baca Juga : PENGARUH JUMLAH FLUTE PAHAT HSS TERHADAP DELAMINASI PADA PROSES PEMBUATAN LUBANG MATERIAL CARBON FIBER REINFORCED POLYMER (CFRP) (Wahyu Khairul Arifin, 2022)