Saat ini peningkatan kebutuhan material peredam bunyi sangat diperlukan untuk meredam kebisingan disuatu ruangan. penyerpan bunyi pada ruang dengung bergantung pada bahan peredam bunyi yang digunakan, serat pisang abaca, serat daun nanas dan serat kelapa. bahan serat pisang abaca, serat daun nanas, dan serat kelapa yang merupakan serat alam yang dapat digunakan sebagai bahan peredam yang baik. panel serat ini merupakan sebuah alternatif sebagai material peredam akustik yang ramah lingkungan dengan tanpa campuran apapun karena disini memanfaatkan limbah pertanian. penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai koefisien absorbsi yang optimum pada material serat alam. pengujian dilakukan didalam ruang dengung (reverberation room), yang mengacu pada iso-354 : 2003 mengenai standar pengukuran dengan metode ruang dengung. kalibrasi mikrofon 114 db pada frekuensi 1 khz dengan menggunakan tipe sound level meter norsonic 140 dengan filter band 1/1 oktaf, rentang frekuensi 125 hz – 4 khz, jenis suara yang digunakan white noise. dari hasil pengujian koefisien absorbsi menunjukan bahwa serat pisang abaca, serat daun nanas, dan serat kelapa nilai koefisien absorbsi tertinggi dicapai oleh serat daun nanas yaitu 0,65 pada frekuensi 1000 hz, sedangkan nilai koefisien absorbsi tertinggi dengan pegabungan dua jenis serat dicapai oleh serat daun nanas dan serat kelapa yaitu hasil nilai koefisiennya 0,99 pada frekuensi 500 hz.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
UJI KARAKTERISTIK AKUSTIK DARI SERAT ALAM SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN PANEL PENYERAP BUNYI RAMAH LINGKUNGAN. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2021
Baca Juga : PENGARUH KOMPOSISI SER8UK AMPAS TEBU TERHADAP PENYERAPAN BUNYI DAN SIFAT MEKANIK PANEL AKUSTIK (Widya Angreini, 2022)