Aceh merupakan provinsi yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, terutama dalam hal perikanan. pada saat panen raya, harga ikan menurun bahkan tidak laku untuk dijual, untuk itulah diperlukan sebuah metode pengawetan ikan untuk waktu yang lama. ada beberapa cara untuk proses pengolahan ikan agar tidak membusuk, salah satunya dengan cara pengeringan dan perendaman di air garam. penelitian ini dilakukan dengan metoda mengkaji sistem pengeringan cabinet dryer dengan uji sampel ikan berkapasitas 10 kg berbahan bakar gas. pengeringan ikan dilakukan dengan temperature 55?, 65?, dan 75? pada cabinet dryer, dan variasi waktu perendaman ikan di air garam sebelum dikeringkan yaitu 1 jam, 3 jam, 6 jam, dan 9 jam dengan berat garam 1/3 dari berat ikan, lalu divakum, sehingga ingin didapatkan hasil dari penelitian yaitu kadar air ikan mencapai 25% sesuai standar sni,disukai konsumen dan bertahan lama setelah divakum. berdasarkan hasil penilitian yang dilakukan, didapatkan bahwa pengeringan tercepat terjadi pada temperature 75? selama 12 jam, dengan lama perendaman di air garam yang disukai konsumen yaitu selama 6 jam. setelah divakum, dengan perendaman selama 6 jam ikan dapat bertahan selama 3 minggu 4 hari.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
STUDI PENGERINGAN IKAN MENGGUNAKAN CABINET DRYER BERBAHAN BAKAR GAS. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2021
Baca Juga : KAJI EKSPERIMENTAL VARIASI TEMPERATUR UNTUK PENGERINGAN IKAN MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR GAS (MUSLIM AMIN, 2023)
Abstract
Baca Juga : TEKNIK PENGERINGAN IKAN KAYU (KEUMAMAH) DENGAN MENGGUNAKAN VARIASI BAHAN BAKAR SEBAGAI ENERGI PANAS (Rizayani, 2024)