Yusmariza hayati "analisis kelayakan pengembangan industri anyaman bambu di desa bukit teukuh kecamatan kota juang kabupaten bireuen" di bawah bimbingan bapak lr.m. nasir abdussamad, m.si selaku pembimbing pertama dan bapak ir. lrwan a. kadir m.p selaku pembimbing kedua. pengembangan industri anyaman bambu merupakan usaha industri rumah tangga yang bergerak dalam bidang produksi alat kebutuhan rumah tangga, dinding dan keranjang serta keperluan bangunan dan perumahan. penelitian ini dilakukan di desa bukit teukuh kecamatan kota juang kabupaten bireuen. tujuan dari penelitian ini untuk mengadakan kajian ilmiah tentang kelayakan dari usaha pengembangan industri anyaman bambu di desa bukit teukuh kecamatan kota juang kabupaten bireuen. penelitian ini dapat berguna sebagai bahan informasi bagi masyarakat yang berniat melakukan usaha anyaman bambu. pengujian hipotesis dilakukan dengan analisis kelayakan dengan menggunakan kriteria investasi, yaitu net present value (npv), net benefit cost ratio (net b/c), internal rate of return (irr) dan break event point (bep). penggunaan biaya pada arus pengeluaran meliputi biaya investasi dan biaya operasional. biaya investasi pada usaha pengembangan usaha industri anyaman bambu adalah sebesar rp 54.324.767.- dan biaya operasional adalah sebesar rp 34.794.767.-. adapun penerimaan yang diterima yang diperoleh dari usaha pengembangan industri anyaman bambu adalah sebesar rp 32.705.233.- per tahun. usaha pengembangan industri anyaman bambu di desa bukit teukuh kecamatan kota juang kabupaten bireuen layak di usahakan apabila npv > 0. net b/c > 1, irr > dari tingkat suku bunga yang berlaku dan bep terjadi pada umur ekonomis usaha yaitu 5 tahun. untuk hasil analisis usaha pengembangan industri anyaman bambu di desa bukit teukuh kecamatan kota juang kabupaten bireuen adalah sebagai berikut: 1. net present value pada df 16 % = rp 52.752.167,- 2. net benefit cost ratio = 1,97 3. interna rate of return = 53 % 4. berak event point = 3 tahun 7 bulan 2 hari berdasarkan analisis di atas, maka uasaha pengembangan industri anyaman bambu di desa bukit teukuh kecamatan kota juang kabupaten bireuen layak untuk di jalankan, hal ini disebabkan karena niai npv > 0, yang berarti penerimaan yang diterima lebih besar dari biaya yang dikelurkan. net bc > 1, irr = 53 % dan bep terjadi dalam umur ekonomis usaha yaitu 3 tahun 7 bulan 2 hari. hal tersebut juga di dukung oleh analisis • sensitivitas dengan dua asumsi yaitu jika biaya operaional naik 5 % dan manfaat tetap. hal ini di dasarkan pada npv > 0, yaitu = rp 47.065.257.-. net b/c > l yaitu = 1.87. irr= 49 % dan bep terjadi sebelum umur ekonomis usaha yaitu 4 tahun 4 bulan 24 hari. dan asumsi kedua dengan manfaat mengalami penurunan sebesar 5 % dengan biaya operasional tetap, diperoleh npv = rp 41.711.030,-, net b/c =1,76,irr= 46 % dan bep terjadi 4 tahun 9 bulan 18 hari. oleh karena itu usaha pengembangan industri anyaman bambu masih layak untuk di usahakan jika biaya operasional naik 5 % dengan manfaat tetap dan manfaat turun 5 % dengan biaya tetap.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
ANALISIS KELAYAKAN PENGEMBANGAN INDUSTRI ANYAMAN BAMBU DI DESA BUKIT TEUKUH KECAMATAN KOTA JUANG KABUPATEN BIREUEN. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2021
Baca Juga : ANALISIS BIAYA DAN KEUNTUNGAN LNDUSTRI RUMAH TANGGA KERIPIK UBI DI KECAMATAN KOTA JUANG KABUPATEN BIREUEN (Aldila Putri, 2020)
Abstract
Baca Juga : PENGARUH LABEL HALAL TERHADAP KEPUTUSUAN PEMBELIAN GARAM DI KOTA JUANG BIREUEN (Ramziana Fitri, 2021)