Abstrak prarancangan pabrik gliserol menggunakan palm kernel oil (pko) dan air sebagai bahan baku utama. proses produksi secara keseluruhan menggunakan proses kontinyu dengan metode continuous fat splitting yang terdiri dari tahap persiapan bahan baku, tahap hidrolisis dan tahap pemurnian gliserol, proses ini dipilih karena tahap pemurnian gliserol lebih singkat dan tidak memerlukan katalis. kapasitas produksi sebesar 15.000 ton/tahun dengan waktu operasi 330 hari/tahun dan waktu 24 jam/hari. pabrik ini direncanakan didirikan di di alue rambot, kecamatan darul makmur, kabupaten nagan raya, aceh. dengan luas area pabrik 17.160 m2 atau 1.716 ha. bentuk perusahaan yang direncanakan adalah perseroan terbatas (pt) dengan menggunakan metode struktur organisasi garis dan staf (tenaga kerja sebanyak 117 orang). kebutuhan air untuk pabrik berasal dari sungai krueng seumayam dengan total kebutuhan air sebesar 385.149,368 kg/jam, meliputi air sanitasi sebesar 5.148 kg/jam, air proses sebesar 15.711,134 kg/jam dan air make up water (steam dan air pendingin) sebesar 364.290,234 kg/jam, serta kebutuhan listrik pada pabrik gliserol sebesar 6156,727 kw diperoleh dari generator diesel. hasil analisa ekonomi yang diperoleh adalah sebagai berikut : a. fixed capital investment = rp. 570.493.706.422 b. working capital investment = rp. 142.623.426.605 c. total capital investment = rp. 713.117.133.027 d. total production cost = rp. 2.221.573.790.698 e. hasil penjualan = rp. 3.122.638.007.700 f. pay out time (pot) = 1,4 tahun g. break event point (bep) = 10,78% h. internal rate of return (irr) = 37,77% berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa prarancangan pabrik gliserol dari palm kernel oil (pko) dengan kapasitas produksi 15.000 ton/tahun layak untuk didirikan.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PRARANCANGAN PABRIK GLISEROL DARI PALM KERNEL OIL (PKO) DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 15.000 TON/TAHUN. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2021
Baca Juga : PRARANCANGAN PABRIK GLISEROL DARI PALM KERNEL OIL (PKO) DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 10.000 TON/TAHUN (DINDA FATHIRA, 2019)