Hama penggerek buah hypothenemus hampei menyerang buah yang masih muda sehingga mengalami gugur buah muda menyebabkan kualitas dan kuantitas panen juga menurun karena bekas serangan pada biji menyebabkan cacat cita rasa. studi ini dilakukan untuk melihat pola distribusi dan tingkat serangan hypothenemus hampei pada dua model tanam dengan pohon penaung dan tanpa pohon penaung. penelitian ini dilakukan pada 3 ketinggian yaitu 1300 mdpl, 1400 mdpl dan 1500 mdpl. analisis data pola distribusi menggunakan indeks distribusi binomial dan analisis serangan hama menggunakan kriteria interval %. setelah dilakukan penelitian ditemukan bahwa pola distribusi hypothenemus hampei adalah mengelompok baik dengan pohon penanung maupun tanpa pohon penaung dan tingkat serangan hama tertinggi terdapat pada ketinggian 1300-1400 mdpl sedangkan tingkat serangan hama hypothenemus hampei yang terendah yaitu pada ketinggian 1500-1600 mdpl. tingkat serangan hama hypothenemus hampei yang berada dibawah naungan tidak terlihat berbeda nyata, yang artinya naungan tidak menjadi faktor utama terhadap kerusakan buah kopi. serangan hama yang terjadi pada tiga ketinggian (1300-1400, 1400-1500 dan 1500-1600 mdpl) baik pada model tanam tanpa pohon penanung maupun model tanam dengan pohon penaung masih masuk dalam kategori rendah yaitu berkisar antara 0-33.3% kata kunci: hypothenemus hampei, kopi arabika, distribusi, ketinggian.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
POLA DISTRIBUSI DAN EVALUASI TINGKAT SERANGAN HAMA PENGGEREK BUAH KOPI (HYPOTHENEMUS HAMPEI) PADA PERKEBUNAN KOPI ARABIKA DI BENER MERIAH. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2021
Baca Juga : EKSPLORASI CENDAWAN ENTOMOPATOGEN ISOLAT LOKAL UNTUK PENGENDALIAN HAMA PENGGEREK BUAH KOPI (HYPOTHENEMUS HAMPEI) SERTA STUDI KERUSAKAN KUALITAS KOPI AKIBAT SERANGAN HAMA PENGGEREK BUAH KOPI (Olyfia Rosalina, 2017)